19 Desember 2018

Berita Golkar - Anggota DPR RI Meutya Hafid mengajak seluruh peserta untuk memahami apa saja yang sudah dilakukan Indonesia untuk Palestina. Selain Meutya, juga hadir di acara tersebut, Dekan FIS UINSU Prof Dr H Ahmad Qorib MA dan Wakil Dekan FIS UINSU Dr Faisal Hamdani, MAg, Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam FIS UINSU Yusra Dewi Siregar, MA dan lainnya.

"Adik-adik harus tahu bahwa negara kita sejak awal sudah mendukung kemerdekaan Palestina sebagaimana tertera di Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Dan penjajahan dunia harus dihapuskan," ujar anggota Komisi 1 DPR RI ini pada kuliah umum yang diselenggarakan Prodi Sosiologi Agama dan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Selasa (18/12/2018).

Baca juga: Meutya Hafid Apresiasi Gubsu Edy Rahmayadi Bersih-Bersih ASN Korup

Meutya juga mengatakan bahwa bangsa Palestina memiliki jasa dalam pengakuan kemerdekaan Indonesia. "Indonesia adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Palestina," tutur anggota DPR RI Dapil Sumut I ini. Dikatakannya, Indonesia bekerja sama dengan Palestina di bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan kemanusiaan.

"Dalam bidang ekonomi, tarif impor 0% sejak 2018, untuk kurma dan minyak zaitun. Sedangkan di bidang politik menolak status Yerussalem sebagai ibukota negara Israel, mendesak PBB menjalankan prinsip demokrasi dari hasil voting terhadap status quo Yerussalem. Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB Indonesia menyerukan kepada negara dunia agar terus memberikan dukungan bagi Palestina." ungkap Legislator Partai Golkar ini.

Baca juga: Meutya Hafid Optimis 60 Persen Suara di Sumut Bakal Memilih Jokowi-Ma'ruf Amin

"Menegaskan dukungan terhadap Palestina dalam pertemuan OIC Extraordinary Summit di Istanbul. Tidak hanya itu, ada juga di bidang sosial budaya yaitu beasiswa dari Indonesia untuk Palestina, pelatihan bagi diplomat Palestina oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia,” ucap Meutya.

Pada bidang kemanusiaan, ujarnya pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Palestina, pembangunan Indonesian Cardiac Facility, bantuan desalinasi air dan kesehatan. Kuliah umum yang diikuti sekitar 200 mahasiswa dipandu Surya Adi Sahputra. [analisadaily]

fokus berita : #Meutya Hafid


Kategori Berita Golkar Lainnya