23 Desember 2018

Berita Golkar - Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid menilai kehadiran organisasi masyarakat (ormas) di luar negeri dapat membantu pemerintah mengadvokasi kasus pekerja migran. Hal itu dikatakan Nusron saat menghadiri perayaan hari jadi Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia (BMI-SA) ke-5 di Jeddah, Sabtu (22/12/2018) dini hari.

"Pemerintah tidak marah kalau dikritik. Kehadiran BMI-SA sangat penting untuk membantu persoalan PMI. Karena tangannya pemerintah di luar negeri terbatas., maka membutuhkan banyak pihak dalam rangka agar bisa memberikan perubahan supaya negera hadir, negara mampu memberikan solusi atas persoalan-persoalan PMI," ujarnya.

Baca juga: Nusron Wahid Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan BNP2TKI Bagi Pekerja Migran Indonesia

Nusron juga mengemukakan alasan pemerintah mengganti istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi Pekerja Migran Indonesia. Menurutnya istilah TKI identik dengan masa lalu suram. "Jadi dalam undang-undang yang sekarang istilahnya bukan TKI. Kalau TKI itu identik dengan masa lalu suram, kita ingin menatap masa depan cerah, lebih sejahtera dan lebih makmur. Untuk itu namanya kita ganti menjadi pekerja migran Indonesia. Pekerja itu kesannya luas," imbuhnya.

Kehadiran Politisi Partai Golkar ini didampingi Konsul Naker KJRI Jeddah, Mochamad Yusuf sekaligus menjadi ajang silaturahmi pekerja migran Indonesia di Jeddah, perwakilan 27 ormas, komunitas dan partai politik yang hadir dalam acara tersebut. [kontributor khusus]

fokus berita : #Nusron Wahid


Kategori Berita Golkar Lainnya