30 Desember 2018

Berita Golkar - Refleksi akhir tahun Partai Golkar yang disampaikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mendapat sambutan baik. Dalam pidatonya, Airlangga mengimbau kader beringin untuk bisa membuktikan bahwa demokrasi yang damai memang sudah menjadi tradisi politik bangsa ini.

"Kita berpolitik untuk pembangunan. Kita berupaya merebut hati rakyat bukan demi kekuasaan semata, tetapi justru untuk mengabdikan diri kita pada sebuah tujuan mulia, yaitu untuk memajukan perikehidupan seluruh rakyat Indonesia," katanya dalam video yang disiarkan televisi swasta nasional.

Baca juga: Pengamat Ini Prediksi Golkar Tetap Masuk Dua Besar di Pileg 2019, Ini Alasannya

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Fachry Ali menyambut baik pidato Airlangga. Menurutnya, ide-ide kepemimpinan dan pembangunan menghilang dari wacana perpolitikan tanah air. Tidak ada satupun partai yang memberikan inspirasi segar dalam dunia politik.

"Golkar juga, atau terlebih partai-partai lain, tidak lagi bertindak sebagai aktor dalam mereproduksi pengetahuan agar rakyat bisa belajar dan tercerdaskan. Kekosongan inilah yang menyebabkan hoax lebih menjadi ‘senjata’ dalam pertarungan politik dewasa ini," ujarnya, Sabtu (29/12/2018).

Baca juga: Pengamat Ini Puji Penetrasi Relawan Gojo Sentuh Pemilih Milenial Lewat Medsos

Lebih lanjut, dia yakin Partai Golkar bisa menjadi partai politik yang mengusung nilai-nilai pemikiran politik dan pembangunan ketimbang partai politik lain. Ini lantaran Golkar selalu diisi oleh para kelompok teknokrat yang mampu menghadirkan ide-ide pembangunan.

"Banyak gagasan-gagasannya tentang politik pembangunan. Apalagi, di era Airlangga Hartarto, kader-kader Golkar hampir di seluruh aktivitasnya diarahkan sebagai 'pemikir-politisi' atau 'politisi-pemikir’,” pungkasnya. [rmol]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya