31 Desember 2018

Berita Golkar - Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 akan menjadi pertaruhan partai politik yang sesungguhnya. Di tengah tuntutan untuk memperoleh kursi sebanyak mungkin demi mempertahankan eksistensinya, parpol juga dituntut untuk membantu memenangkan calon presiden usungannya. Tugas ganda inipun menuntut infrastruktur setiap parpol harus siap bekerja keras.

Di Sulawesi Selatan pun demikian. Meski tak bisa dimungkiri partai politik legendaris masih memiliki tempat di hati para pemilih Sulsel, mereka tak boleh terlena. Kesalahan sedikit saja akan berdampak fatal terhadap tingkat elektabilitas mereka.

Baca juga: Kadir Halid Tolak Kotak Suara Dari Kardus, Ini Alasannya

Direktur Riset Celebes Research Center (CRC), Andi Wahyuddin, mengutak-atik peluang parpol yang berpotensi masuk komposisi tiga besar di Sulsel pada Pileg 2019. Menurutnya, Golkar masih akan jadi parpol terdepan di Sulsel berdasarkan sejarah panjang dan infrastruktur partainya yang telah teruji selama ini.

"Dugaan saya meskipun ini sangat dinamis yah. Saya kira Golkar tidak bisa kita pungkiri punya peluang untuk itu. Meskipun terjadi perubahan dan dinamisasi pemilih Golkar, namun partai ini punya sejarah panjang di Sulsel. Sehingga kita tetap menganggap Golkar sebagai partai besar di Sulsel," ungkapnya kepada Rakyatku.com, Senin (31/12/2018).

Baca juga: Airlangga Hartarto Targetkan Golkar Menangkan 75 Persen Suara Jokowi di Sulsel

Parpol kedua yang ada dalam posisi aman di Sulsel, kata Wahyuddin, adalah Gerindra. Alasannya, partai besutan Prabowo Subianto tersebut banyak mendudukkan kepala daerah usungannya di Pilkada Serentak 2018 lalu.

"Kalau kita mencermati di Pileg 2014, Gerindra juga masuk dalam lima besar. Dan menurut saya itu masih akan bertahan di Pileg 2019. Apalagi di Pilkada serentak baru-baru ini juga beberapa daerah dimenangkan oleh Gerindra," tambahnya.

Baca juga: Nurdin Halid Juluki Pangkep Kebun Suara Golkar, Partai Lain Cuma Numpang

Posisi ketiga, menurut Wahyuddin, akan jadi rebutan antara NasDem dan PDIP. "Yang ketiga ini akan jadi rebutan. Bisa NasDem bisa juga PDIP sebagai salah satu partai penguasa. Apalagi gubernur saat ini meskipun bukan kader PDIP tapi nampaknya memiliki hubungan yang kuat dengan PDIP," tutupnya. [rakyatku

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya