29 Desember 2018

Berita Golkar - Kampanye Pileg/Pilpres 2019 seharusnya jadi pesta demokrasi yang menyenangkan tanpa hoaks dan jadi ajang pendidikan politik yang menumbuhkan partisipasi politik dikalangan masyarakat. Hal itu diungkapkan Politisi Partai Golkar, Nurul Arifin usai acara Pendidikan dan Pelatihan Komunikasi Politik Partai Golkar, di Bandung, Sabtu (29/12/2018).

"Sebenarnya saya berharap dengan pendidikan politik yang kita berikan, Pileg dan Pilpres bisa berjalan dengan demokratis dan menyenangkan," katanya. Nurul ingin semua kontestan di Pileg dan Pilpres 2019 tetap mematuhi aturan hukum dan menjaga etika saat berkampanye. Sehingga tak ada lagi black campaign dan penyebaran berita bohong yang mendiskreditkan lawan politik. "Jadi pendidikan politiknya lebih pada mencerdaskan pemilih," ujarnya.

Baca juga: Bermodal Ratusan Ribu Suara di Pilwalkot Bandung, Nurul Arifin Optimis Lolos Ke Senayan

Perempuan kelahiran Kota Bandung ini pun menilai peran Panwas dan KPU dalam menjalankan fungsi pendidikan politiknya sangat penting dalam mencerdaskan pemilih. Bagi Nurul, pemilih yang cerdas akan meningkatkan mutu Pemilu.

"Masyarakat harus tahu bahwa sekarang KPU tidak menyediakan form C5 yang memungkinkan pemilik hak suara pindah daerah pemilihan. Bagi saya aturan ini positif, karena akan meminamilisir kecurangan. Tadinya kan orang bisa di mobilisasi, nah sekarang gak bisa," Demikian Nurul. [rmoljabar]

fokus berita : #Nurul Arifin


Kategori Berita Golkar Lainnya