03 Januari 2019

Berita Golkar - Pemilu serentak 2019 tinggal menghitung bulan. Para calon legislatif terus melakukan kampanye mulai sosialisasi hingga dipasangnya alat peraga. Harus diakui maraknya alat peraga kampanye para caleg sering membingungkan para pemilih. Terlebih pemilu kali ini sedikit berbeda dengan pemilu sebelumnya, karena pemilihan presiden dilaksanakan serentak dengan pemilihan anggota legislatif dan DPD dalam waktu bersamaan.

Dalam kondisi itu dimungkinkan terjadinya depresiasi dari tujuan pemilu sesungguhnya. Pemilu seharusnya menjadi ajang adu ide dan gagasan menghadirkan konsep yang akan menjadi motor penggerak pembangunan untuk membawa negeri ini menuju kesejahteraan. Pemilu juga mejadi ajang mencari solusi berbagai permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat, tidak hanya untuk kepentingan sesaat menjelang pencoblosan.

Baca juga: Tauhid Tagor Targetkan Golkar Raih 11 Kursi DPRD Kota Bogor, Ini Caranya

Menyikapi kondisi itu, Fungsionaris Partai Golkar Astrid Krisanda mengungkapkan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat, agar masyarakat paham esensi sesungguhnya dari perhelatan Pemilu. Kontestasi politik rutin lima tahunan ini harus menjadi momentum bagi masyarakat menitipkan keinginannya pada orang-orang yang tepat dan mampu mengemban harapan masyarakat menjadi lebih baik minimal untuk lima tahun kedepan.

“Calon anggota legislatif seharusnya tidak hanya mengejar perolehan suara, tetapi juga menjalankan salah satu fungsi partai politik memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” ujar Astrid di hadapan peserta pendidikan politik Partai Golkar 2018 yang dilaksanakan di Desa Cigombong kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.

Baca juga: Jaro Ade Pimpin TKD Jokowi-Ma'ruf Amin di Kabupaten Bogor

Menurutnya personality harus lebih dikedepankan ketimbang personal branding. “Pemilih juga harus lebih melihat kapasitas calon wakilnya daripada hanya sekedar melihat pencitraannya,” ucapnya. Dalam acara yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Astrid mengingatkan dampak pemilu akan dirasakan selama lima tahun kedepan.

Untuk itu masyarakat harus cerdas dalam memilih. Disamping itu astrid juga menghimbau kepada peserta untuk selalu menjaga dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam diri masing-masing. “Karena itu akan menjadi penuntun arah dalam menentukan pilihan yang tepat dalam pemilu serentak mendatang,” pungkasnya. [pojoksatu]

fokus berita : #Astrid Krisanda


Kategori Berita Golkar Lainnya