03 Januari 2019

Berita Golkar - Kondisi ditutupnya wisata Jembatan Surabaya terus dikritisi oleh Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini beberapa kali melakukan sidak lokasi wisata Jembatan Surabaya. Pasalnya, sudah lebih dari tiga bulan wisata Jembatan Surabaya dan air mancur menari di Kenjeran ini ditutup dan tidak berfungsi sebagai mestinya.

Bahkan ia sendiri mengaku sempat kecele saat membawa tamu dari luar negeri ke Jembatan Surabaya, namun tempat wisata ini ditutup seperti kondisi sekarang. Padahal, wisata ini bisa dibuka dan dipergunakan untuk menjamu tamu dari negara asing. Namun saat ini Jembatan Surabaya kembali ditutup dan tidak difungsikan membuat kecewa masyarakat.

Baca juga: Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya Minta Peran RT/ RW Diperkuat, Ini Alasannya

"Kita akan tanyakan ke Pemkot mengapa kok ditutup. Ini sudah lama sekali, lebih dari tiga bulan ditutup, padahal jembatan ini dibangun mahal untuk promosi wisata Surabaya," tegas Ayu. Ia juga menegaskan, Jembatan Surabaya yang dibangun dengan dana Rp 207 miliar tersebut ditujukan untuk wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sehingga sudah seharusnya difungsikan sesuai tujuan awal. Bukan hanya unuk keperluan insidentil.

"Wisatawan lokal kan juga wisatawan. Memangnya ini hanya untuk tamunya pemkot saja?" ucapnya. Lebih lanjut, Ayu menegaskan Jembatan Surabaya ini dibangun juga untuk mengangkat ekonomi warga di kawasan kampung nelayan Kenjeran. Saat ini fungsi itu belum nampak terlihat. Terlebih dengan kondisi ditutupnya wisata ini dalam waktu yang lama.

Baca juga: Bidik 10 Kursi DPRD, Golkar Ingin Usung Calonnya Sendiri di Pilwali Surabaya

"Nggak ada perbaikan juga di sini. Lalu ditutupnya karena apa nggak jelas juga. Kalau ada alasannya seharusnya juga ada informasi di sini," ucapnya. Ayu juga menyinggung atraksi air mancur menari tidak tiap akhir pekan difungsikan. Pemkot sempat menjanjikan lantaran alasan biaya mahal, maka atraksi air mancur menari difungsikan akhir pekan tepatnya Sabtu selama dua jam. "Nyatanya tidak setiap hari Sabtu dimainkan. Ini menjadi sorotan kami," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi akses masuk Jembatan Surabaya ditutup dua lapis barier. Sehingga angkutan roda dua maupun roda tiga tidak dibolehkan melintas. Bahkan wisatawan untuk berjalan kaki juga tidak bisa melintas. Tidak ada sosialisasi terkait penutupan spot wisata tersebut.

Baca juga: MKGR Dorong Adies Kadir Maju Jadi Walikota Surabaya 2020 Gantikan Tri Rismaharani

Begitu juga di akses keluar jembatan. Disana ditutup barier sehingga jembatan Surabaya tidak ada aktivitas apapun. Di lokasi itu hanya ada tempelan tulisan "Mohon Maaf Jembatan Surabaya Ditutup Sampai Ada Pemberitahuan Lebih Lanjut". [beritajatim]

fokus berita : #Pertiwi Ayu Krishna


Kategori Berita Golkar Lainnya