06 Januari 2019

Berita Golkar - Pelaksana Tugas (plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Doli Kurnia mengatakan partainya membuat sejumlah catatan di tahun 2018 dan target memasuki tahun 2019. Menurut Doli, Partai Golkar mendorong Pemerintah Provinsi Sumut mengobarkan semangat warga dan seluruh instrumen pemerintahan untuk membangun masa depan dengan percaya diri.

"Setelah tiga tahun terakhir provinsi ini diterpa kasus korupsi yang melibatkan eksekutif, legislatif dan sejumlah pelaku usaha," ujarnya Doli kepada Tribun-medan.com, Minggu (6/1/2018). Doli menjelaskan pihaknya meminta pemprovsu menegakkan tata kelola pemerintahan, dan menutup pintu penyalahgunaan wewenang serta kekuasaan (abuse of power).

Baca juga: Ngogesa Sitepu Minta Semua Kader Golkar Solid Menangkan Jokowi di Sumut

DPD I Partai Golkar, kata Doli mengimbau aparat keamanan saling bersinergi dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu danntetap memandang hak asasi manusia. "Kami juga mengimbau aparat penegak agar memberantasan segala bentuk kejahatan di Sumatera seperti begal, perjudian, prostotusi, human traficking, dan yang paling utama yakni narkoba," katanya.

Menurut Doli, DPD I Partai Golkar Sumut menjalin sinergitas dengan legislatif serta membangun komunikasi yang harmonis. "Pemprov juga diminta untuk menegakkan Undang-Undang no.32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkingan dan UU no.18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan," ungkapnya.

Baca juga: Meutya Hafid Optimis 60 Persen Suara di Sumut Bakal Memilih Jokowi-Ma'ruf Amin

Tak sampai di situ, Golkar juga mendukung setiap upaya peningkatan kualitas pemilu, baik dari segi pengadaan dan pendistribusian logistik serta pengawasannya. "Oleh karenanya partai Golkar mengimbau para elit politik, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk menjaga tingkat kondusifitas di Sumut," ungkapnya.

Ia berharap, para pihak agar saling menjaga untuk tidak melakukan black campaign, tidak melakukan kampanye hitam, menyebarkan hoaks yang dapat menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. "Gunakan hak politik dengan baik, hilangkan money politics dan pratik jual beli suara. Saya kira semuanya harus berpolitik secara santun dan konstitusional," ungkapnya.

Baca juga: Ingin Jadi Nomor Satu Di Sumut, Golkar Targetkan 6 Kursi DPR dan 18 Kursi DPRD

Doli berharap pemilu 2019 melahirkan anggota DPRD yang bersih, jujur dan berintegritas tinggi. Tak lupa, Doli memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang merevitalisasi 4 ribu pasar tradisional, termasuk pasar-pasar di Sumatera Utara. "Kami sangat mengapresiasi proyek pemerintah dalam membangun jalan tol yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota," pungkasnya. [tribunmedan]

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia


Kategori Berita Golkar Lainnya