07 Januari 2019

Berita Golkar - Sebagai partai moderat, terbuka, dan modern, Golkar menampung aspirasi dan pemikiran dari berbagai kalangan. Bagi Partai Golkar, negara dan agama tidak dapat dipisahkan, sebagaimana termaktub dalam Pancasila sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Sejarah pembentukan dan perjalanan Partai Golkar juga tidak dapat dilepaskan dari faktor agamis. Banyak pemuka agama yang bergabung serta memberikan karyanya bagi Indonesia lewat Partai Golkar.

Kecenderungan yang terjadi saat ini, dimana perkembangan radikalisme yang memojokkan demokrasi sebagai suatu hal bertentangan dengan agama. Menanggapi hal tersebut, Partai Golkar menggiatkan pendidikan politik bagi pemilih agamis. Harapannya, dapat membuka pemikiran bahwa agama dan demokrasi berjalan beriringan. Dan hal tersebut pun sudah dilakukan oleh Partai Golkar sejak awal pembentukannya.

Baca juga: 12 Anggota DPRD Jambi Jadi Tersangka Suap Zumi Zola, 2 Diantaranya Kader Golkar

Bertempat di Bagan Pete, Lorong Ilham, Jambi, pada sabtu (22/12/2018) lalu, fungsionaris DPP Partai Golkar Harry Waluyo Sajati berbicara dalam diskusi dengan tema Demokrasi dan Politik di Indonesia. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Persulukan Naqshabandiyah Bagan Pete, Jambi yang berada di bawah pimpinan H. Mistono.

Selain Harry Waluyo Sajati, kegiatan tersebut juga mengundang narasumber lain, yaitu Ustadz Drs. H. Samadikun. Beliau berbicara tentang perspektif agama dan politik. Kegiatan dipimpin oleh moderator H. Mistono, ditutup oleh pembacaan doa oleh H. Bintang Pulungan. Peserta dihadiri oleh 50 orang. [kontributor Jambi]

fokus berita : #Harry Waluyo Sajati


Kategori Berita Golkar Lainnya