09 Januari 2019

Berita Golkar - Demonstrasi Gerakan Suara Rakyat di depan DPRD Bungo pada Rabu (9/1/2019) membawa dua tuntutan untuk DPRD Bungo. Debi Kriswanto salah satu demonstran mengatakan sejak tahun lalu tuntutan mereka tentang penutupan pasar malam dan panti pijat tradisional tidak juga direalisasikan.

Debi mengaitkan hal ini dengan permasalahan pasar malam dan panti pijat sampai sekarang yang dijanjikan ditutup sampai saat ini tidak ada realisasi. “Pasar malam yang izinnya untuk hiburan tapi jadi ladang perjudian, dan panti pijat tradisional jadi pijat plus atau tempat prostitusi Itu saya buktikan sendiri, melihat kondisinya di luar,” katanya.

Baca juga: 12 Anggota DPRD Jambi Jadi Tersangka Suap Zumi Zola, 2 Diantaranya Kader Golkar

Terkait tuntutan mahasiswa tentang judi berkedok pasar malam dan prostitusi berkedok panti pijat tradisional Syarkoni Syam selaku wakil Ketua DPRD Bungo mengaku tahun kemarin sudah disampaikan. “Itu berulang, memang kami sadari tangal 7 november 2018 sudah menyampaikan dan kami sudah meneruskan ke pemerintah Kabupaten Bungo. Namun, realisasi sampai saat ini tidak disampaikan pada kami,” katanya.

Demonstran kemudian menginginkan legislatif menyurati eksekutif agar cepat bergerak. “Hari ini juga kami akan menyurati secara resmi, karena yang diminta kawan kawan surat resmi, selagi memang melanggar perda ya langsung bongkar, cabut izinnya, jangan tiba-tiba menyalahkan DPR,” ungkap Syarkoni yag juga politisi Golkar ini. [tribunjambi]

fokus berita : #Syarkoni Syam


Kategori Berita Golkar Lainnya