12 Januari 2019

Berita Golkar - Setelah sukses memperjuangkan pembangunan beberapa ruas jalan Bireuen-Takengon berstandar nasional, kini anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, Firmandez kembali melanjutkan perjuangan yang sama, agar semua ruas jalan negara di dataran tinggi Gayo bisa standar nasional. Hal itu disampaikannya di sela-sela kunjungannya ke Bener Meriah, Sabtu, (12/1/2019).

Menurut Firmandez, untuk tahun 2019 telah berhasil diperjuangkan anggaran Rp 50 miliar lebih melalui APBN untuk pembangunan infrastruktur perhubungan ke kawasan tengah Aceh. “Tahun 2019 ini ada sekitar Rp 50 miliar lebih anggaran untuk proyek infrastruktur ke kawasan tengah Aceh. Sama seperti tahun 2018 lalu yang berhasil kita perjuangkan sebesar Rp 58 miliar." ujar Firmandez

Baca juga: Firmandez Serahkan 376 PJU Tenaga Surya Untuk Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Timur

Padahal, lanjutnya, sebelumnya tahun 2017 hanya sebesar Rp 20 miliar saja. "Ini komitmen saya untuk daerah dataran tinggi Gayo, seluruh ruas jalan negara mulai dari Bireuen hingga ke Takengon harus standar nasional,” tegas Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini.

Firmandez menambahkan, pada tahun 2018 ketika dirinya masih di Komisi V DPR RI, berhasil memperjuangkan anggaran untuk rekonstruksi jalan Bireuen-Takengon, karena dari sepanjang 103 kilometer ruas jalan tersebut saat itu ada beberapa titik yang belum memenuhi standar nasional, dengan total mencapai 31,7 kilometar.

Baca juga: Ini Cara Firmandez Tumbuhkan Nasionalisme Kebangsaan di Kalangan Milenial

Titik-titik dan ruas jalan yang berhasil direkonstruksi itu kini sudah memenuhi standar nasional. Menurutnya, pembangunan jalan berstandar nasional itu sangat penting, agar tidak ada lagi tambal sulam jalan di lintasan tersebut. Cara-cara tambal sulam jalan harus ditinggalkan, pembangunan jalan harus benar-benar bermutu sesuai dengan standar nasional.

“Berdasarkan letak geografis dan tofografi daerah, kawasan dataran tinggi Gayo adalah daerah dengan curah hujan tinggi, sehingga setiap tahun selalu terjadi longsoran di beberapa ruas jalan. Karena itu, pembangunan jalan di kawasan itu harus benar-benar berkualitas. Dengan bagusnya infrasruktur jalan, mobilitas barang dan jasa akan lebih lancar, yang tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dataran tinggi gayo,” lanjut Firmandez.

Baca juga: Firmandez Siap Perjuangkan Pemukiman Baru Korban Penggusuran PT Arun

Masih menurut H Firmandez, untuk tahun 2019, pihaknya akan terus berusaha melanjutkan memperjuangkan peningkatan status beberapa ruas jalan di Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi jalan nasional, sehingga pembangunannya bisa menggunakan APBN.

“Ini komitmen saya kepada masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah, beberapa ruas jalan harus ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional, sehingga dana pembangunan dan pemeliharaannya bisa menggunakan dana APBN, karena kalau menggunakan APBK tidak akan sanggup, yang terjadi hanya tambal sulam saja, makanya statusnya harus jadi jalan negara,” kata H Firmandez.

Menurut Firmandez, selaku wakil rakyat dari dapil Aceh 2, dirinya akan terus memperjuangkan peningkatan status jalan di Bener Meriah dan Aceh Tengah ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Salah satunya itu jalan eks PT KKA yang melintasi kawasan Lhokseumawe dan Bener Meriah statusnya masih jalan provinsi. Kita akan perjuangkan menjadi jalan nasional, agar pembangunannya bisa ditanggung APBN. Peningkatan status beberapa ruas jalan di Bener Meriah memang sudah menjadi kebutuhan, karena jalan merupakan infrastruktur kunci untuk peningkatan ekonomi daerah,” pungkas Firmandez. [kontributor Aceh]

fokus berita : #Firmandez


Kategori Berita Golkar Lainnya