15 Januari 2019

Berita Golkar - Menjalin komunikasi dan bersilaturahmi dengan warganya adalah hal rutin yang biasa dilakukan duta besar Indonesia di Wellington, Tantowi Yahya. Akhir pekan (12/1/2019) kemarin misalnya, ia menyambangi warga Indonesia di Kota Auckland. Ia bertatap muka dan bercengkerama dengan sekitar 200 orang, yang antara lain terdiri atas para profesional, pelajar, mahasiswa, anak-anak, dan ibu rumah tangga.

Sebaliknya, bagi para warga, pertemuan itu dimanfaatkan untuk bertanya dan curhat mengenai berbagai hal yang selama ini kerap mereka pendam. Data terakhir ada kurang-lebih 7.000 warga Indonesia yang tinggal di Selandia Baru. Tantowi sangat mengapresiasi kehadiran mereka dan menyampaikan betapa pentingnya peran dan posisi warga dalam menjaga image Indonesia.

Baca juga: Pasar Malam, Cara Seru Tantowi Yahya Promosikan Budaya Indonesia di Wellington

Dari merekalah orang Selandia Baru mengenal, memahami, dan akhirnya mencintai Indonesia. "Pertemuan seperti ini adalah kesempatan baik untuk menjelaskan banyak hal penting seperti berbagai pelayanan yang disediakan KBRI. Event politik seperti pemilu serentak yang tinggal 4 bulan lagi, berbagai kerja sama kedua negara yang bisa mereka manfaatkan, dan lain-lain," ujar Tantowi dalam keterangan KBRI Wellington.

Dalam pertemuan seperti ini, Tantowi selalu membangun dialog, komunikasi dua arah yang sangat diapresiasi warga. Dengan latar belakangnya sebagai penyanyi, bahkan tak jarang dia ditodong untuk bernyanyi - dan dengan sukacita dipenuhinya permintaan tersebut. "Yang penting komunikasi nyambung dan pesan nyampe-lah, he-he-he...," cetus politisi Partai Golkar tersebut.

Baca juga: Tantowi Yahya Tegaskan Reintegrasi Papua ke NKRI Sah dan Final

Terkait pemilu, secara khusus ia mengapresiasi kesadaran warga Indonesia di Selandia Baru yang sebagian besar sudah mendaftar sebagai pemilih. Dwi kewarganegaraan adalah isu yang paling sering ditanyakan oleh warga. Bahkan dalam dialog dengan Presiden Jokowi di Wellington Maret tahun lalu. Pertanyaan seperti ini pun dimunculkan oleh warga yang bertanya.

Beberapa negara, di antaranya Filipina, memperbolehkan warganya memiliki kewarganegaraan ganda. Itulah kenapa warga Filipina sangat banyak di Selandia Baru. Dengan status sebagai warga negara, mereka mudah mendapatkan pekerjaan. Ini sering menjadi pemicu warga berulang kali menanyakan hal itu.

Baca juga: Tantowi Yahya Targetkan 200 Ribu Turis Selandia Baru Kunjungi Indonesia Tahun Depan

Menjawab pertanyaan tersebut, Tantowi menjelaskan hal itu sulit terealisasi, salah satunya bertentangan dengan Sumpah Pemuda untuk bertanah air satu, Indonesia. Sebagai mantan anggota DPR RI, dia tahu pasti suasana kebatinan di Dewan yang tidak mendorong wacana tersebut. Terkait lapangan pekerjaan, pemerintah Selandia Baru memberlakukan persyaratan yang ketat meski mereka memerlukan banyak tenaga kerja asing.

Namun, untuk orang-orang asing dengan kemampuan khusus dan lagi dibutuhkan, diberlakukan persyaratan yang lebih lunak, misal untuk sektor IT, kesehatan, perhotelan, dan perkebunan. Untuk perkebunan, khususnya untuk pemetik buah musiman, Tantowi menjelaskan, telah banyak diisi oleh tenaga kerja dari Indonesia. Demikian juga untuk penyembelih hewan Halal (halal slaughter).

Menurut Tantowi, saat ini KBRI dan beberapa kementerian dan lembaga terkait di Indonesia sedang mengupayakan agar kita bisa memanfaatkan peluang kerja melalui visa liburan kerja (working holiday visa). Setiap musim panas, ribuan mahasiswa dari Eropa dan Amerika bekerja sambil liburan selama 4-6 bulan di Selandia Baru dengan menggunakan visa ini.

"Mudah-mudahan kita bisa berpartisipasi dalam waktu dekat," jelas Dubes Tantowi mengakhiri pertemuan yang ditutup dengan santap malam bersama sambil mendengarkan sajian tari dan lagu dari warga.

"Bekalnya sebagai public speaker dan entertainer membuat pidato Pak Dubes tidak membosankan. Segar karena banyak joke, diselingi kuis dengan hadiah-hadiah menarik dan tak segan pula beliau nyanyi buat kita. Pokoknya lengkap deh," tutur satu warga yang sering hadir dalam pertemuan yang diadakan oleh KBRI. [detik]

fokus berita : #Tantowi Yahya


Kategori Berita Golkar Lainnya