14 Januari 2019

Berita Golkar - Otoritas Jasa Keungan (OJK) telah resmi menurunkan down payment (DP) untuk pembelian kendaraan, dari paling rendah 5 persen menjadi 0 persen. Namun, Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) mengaku kurang setuju dengan adanya aturan baru tersebut. Terlalu banyak risiko yang bisa terjadi jika kredit kendaraan bermotor tanpa uang muka.

"Ada aturan Bank Indonesia untuk mengatur tentang DP itu. Karena kalau DP nol itu kredit macetnya bisa banyak, high risk," kata Wapres JK, Senin (14/1/2019), seperti dilansir dari Merdeka.com. Politisi partai Golkar ini memperkirakan, jika nanti banyak kredit macet, yang akan muncul adalah semakin banyak penagih melalui tangan pihak ketiga atau lewat debt collector. "Kalau terjadi high risk itu nanti yang bekerja nanti debt collector," ujarnya.

Baca juga: Jusuf Kalla Desak Pengusaha Kecil Menengah Dibantu Agar Kuat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru mengenai Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang tertuang dalam peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018. Salah satu isinya, yaitu OJK menurunkan uang muka atau down payment (DP) pembelian kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.

Mengutip aturan tersebut, perusahaan pembiayaan yang memiliki tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Netto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah atau sama dengan 1 persen dapat menerapkan DP nol persen untuk semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. [liputan6]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya