22 Januari 2019

Berita Golkar - Pembangunan bandara baru yang terletak di daerah Sebuai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah akan menjadi komitmen Komisi V DPR RI guna mendukung potensi di Kotawaringin Barat. Dengan adanya pembangunan bandara baru tersebut, akan menjadi segitiga ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir menuturkan pembangunan bandara baru di daerah Sebuai sangat dibutuhkan, mengingat Bandara Iskandar Pangkalan Bun yang saat ini beroperasi, tidak lagi bisa dikembangkan karena letak dan lahannya yang tidak memungkinkan. Untuk memperpanjang runway, tidak dimungkinkan karena di depannya ada jurang.

Baca juga: Ibnu Munzir Ingin Bukit Cinta Rawa Pening Ikut Dongkrak Tara Hidup Masyarakat Ambarawa

“Padahal jika ingin meminta pesawat berbadan lebar turun, minimal panjangnya 2600 sampai 3200 meter, sementara di Bandara Iskandar hanya 2100 meter dan itu sudah mentok tidak bisa lagi. Mau dilebarkan ke belakang juga tidak bisa, karena sudah ada jalan yang menuju ke Kumai,” kata Ibnu saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kotawaringin Barat, Kalteng, baru-baru ini.

Sedangkan terkait status kawasan lahan bandara baru yang masih masuk dalam kawasan hutan produksi, Ibnu menilai Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat harus segera membuat tata ruang untuk pembangunan bandara baru, sehingga tidak menghambat dalam pembebasan lahan. “Untuk pembebasan lahan bandara baru nanti akan kami bantu dan usulkan pembahasannya di Komisi IV,” tutur legislator Partai Golkar itu. [kontributor Kalteng]

fokus berita : #Ibnu Munzir


Kategori Berita Golkar Lainnya