25 Januari 2019

Berita Golkar - Partai Golkar tercatat menerima sumbangan dana kampanye tertinggi di Jabar dengan jumlah mencapai Rp 12,1 miliar. Disusul oleh Partai Gerindra dengan jumlah dana kampanye yang diterima sebesar Rp 7,9 miliar dan Partai Keadilan Sejahtera sebesar Rp 6,9 miliar.

Kendati demikian, masih ada calon anggota legislatif yang tidak menyerahkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) yang diserahkan paling lambat pada 2 Januari 2019. Setidaknya terdapat 9 caleg yang tidak menyerahkan laporan. Mereka berasal dari Gerindra, PDIP, Golkar, PKS, Perindo, PAN, dan Demokrat.

Baca juga: Dedi Mulyadi Pastikan Tak Ada Warga Miskin Jawa Barat Tak Makan Selama 2 Hari

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah mengatakan, untuk pemilu 2019, pasangan capres, parpol, caleg, dan calon anggota DPD harus membuat laporan keuangan dana kampanye. Diawali membuka rekening khusus dana kampanye. “Lalu mencatat penerimaan dan pengeluaran serta membuat pembukaannya,” katanya, Jumat (25/1/2019).

Dana kampanye yang dilaporkan tahapannya mulai dana awal kampanye, sumbangan, hingga pelaporan penggunaan yang harus diserahkan 15 hari setelah hari pemungutan suara. “Dana kampanye merupakan syarat formil substansial. Karena konsekuensinya, yang tidak melaporkan bisa dibatalkan. Bahkan akan berdampak didiskualifikasi dan tidak bisa dilantik, bagi yang terpilih,” kata Abdullah. [galamedia]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya