24 Januari 2019

Berita Golkar - Lembaga survei Indikator Politik merilis hasil sigi teranyar soal pemilih pasangan capres-cawapres berdasarkan partai politik pilihannya dalam pilpres 2019. Peneliti Indikator, Rizka Halida mengatakan para pemilih dari basis 9 partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf masih terpecah memilih pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Ada basis pemilih dari koalisi yang tak searah dengan dukungan partai ke Jokowi - Ma'ruf," ujar Rizka di kantor Indikator Politik, Jakarta, Rabu, (23/1/2019). Dia mengatakan 24,1 persen basis koalisi Jokowi-Ma'ruf tidak serarah dengan dukungan partai.

Baca juga: Tumbuhkan Optimisme, Pidato Airlangga Hartarto Dinilai Mirip Pidato Bung Karno

Menurut Rizka, ada split-ticket voting atau dukungan pemilih yang tak sejalan dengan partai pilihannya dalam pilpres 2019. Hal itu, kata dia, terlihat dari setidaknya 8 dari 9 basis pemilih partai koalisi Jokowi yang terbelah ke Prabowo. Dari data Indikator, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih ada 6 persen pemilih yang mendukung capres oposisi. "Yang 90,1 persen serarah dengan dukungan partai," katanya.

Untuk Partai Golkar, sebanyak 62,1 persen memilih Jokowi dan 27,8 persen mendukung Prabowo. Sedangkan, dari Partai Kebangkitan Bangsa, sebanyak 66,6 persen searah dengan dukungan partai ke Jokowi dan 27 persennya mendukung Prabowo. Rizka mengatakan partai pendukung Jokowi dengan pemilih terpecah paling banyak berada di Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Hanura.

Bacaa juga: Pengamat Ini Puji Golkar Partai Yang Junjung Tinggi Nilai-Nilai Demokrasi

Survei Indikator merekam sebanyak 53,7 persen pemilih PPP mendukung Jokowi dan 43,2 persen ke Prabowo. Untuk Partai Hanura, sebanyak 59,1 persen pemilihnya mendukung Jokowi dan 39,6 persen lainnya memilih Prabowo. "Basis PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi," ucap Rizka. Untuk beberapa partai koalisi lain, kata Rizka, Partai Nasdem memiliki pemilih terpecah ke oposisi 27,8 persen dan 69,6 lainnya searah dukungan partai.

Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki pemilih searah dukungan partai masing-masing sebanyak 69,9 persen dan 91,9. Kedua partai ini juga memiliki pemilih yang terpecah ke oposisi masing-masing sebanyak 27,9 persen dan 8,1 persen. Rizka menuturkan, partai koalisi Jokowi yang seluruh basis pemilihnya searah dukungan partai hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin Nilai Pidato Prabowo Tidak Memberikan Optimisme Bagi Masyarakat

"100 persen basis pendukung PKPI memilih Jokowi," tuturnya. Survei ini dilakukan pada 16-26 Desember 2018. Metode samplingnya multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka dengan tingkat margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [tempo]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya