25 Januari 2019

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memandang wilayah perairan Indonesia dengan luas lautan mencapai 70 persen setara 3,25 juta km tidak boleh dianggap remeh. Karena itu, keberadaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) yang didukung alat utama sistem pertahanan (Alutsista) harus senantiasa diperkuat. Hal ini sejalan visi Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Tidak hanya melakukan pembangunan land-oriented, Presiden Jokowi juga memperkuat sea-oriented. Terbaru, pemerintah meresmikan dermaga TNI Angkatan Laut Tawiri Ambon. TNI-AL juga belum lama ini menerima tambahan kekuatan baru berupa dua Kapal Angkatan Laut yang diproduksi di dalam negeri," ujar Bamsoet usai bertemu Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Baca juga: Bambang Soesatyo Minta Anggota DPR Segera Laporkan SPT dan LHKPN

Legislator dapil Jawa Tengah VII ini juga mengingatkan TNI-AL agar senantiasa memperkuat early warning system (EWS), sehingga bisa meminimalisir potensi pelanggaran hukum di perairan Indonesia. Seperti illegal fishing, pembajakan, sabotase, penyelundupan, maupun mengantisipasi kegiatan spionase. Kerja sama TNI-AL dengan berbagai kementerian dan instansi lainnya harus selalu diperkuat.

“Seperti yang sudah terlihat pada kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberantas illegal fishing, maupun dengan Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai dalam memberantas penyelundupan Narkoba. Jika semua lembaga negara bisa terkoordinasi dengan baik, berbagai masalah apapun akan bisa dihadapi secara seksama," terang Bamsoet.

Baca juga: Taman Nasional Komodo Ditutup Selama Setahun, Ini Harapan Bambang Soesatyo

Tak hanya itu, Bamsoet yang juga warga kehormatan TNI-AL ini juga mengingatkan agar kerja sama dengan tentara angkatan laut dari berbagai negara lain juga harus diperkuat. Selain untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit, kerjasama internasional juga penting untuk saling tukar informasi dan sharing ilmu pengetahuan.

“TNI-AL perlu memaksimalkan peranannya di sektor leading of maritime diplomacy. Peran aktif TNI-AL dalam menjalin kerjasama dengan angkatan laut negara lain, maupun kehadiran TNI-AL di berbagai forum internasional harus memperkuat kebijakan politik luar negeri pemerintah. Khususnya, dalam menegaskan garis batas wilayah kedaulatan perairan Indonesia," jelas Bamsoet.

Baca juga: Bambang Soesatyo Nilai Netralitas TNI-Polri Tentukan Kualitas Demokrasi

Bagi legislator Partai Golkar ini, penegasan garis batas sangat penting. Mengingat konflik Laut Cina Selatan yang tidak kunjung selesai menyebabkan berbagai potensi masalah hukum yang dihadapi Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara lainnya. Semisal, seperti terjadi di perairan bagian utara Kepulauan Natuna. Tiongkok sempat mengklaim wilayah perairan bagian utara Kepulauan Natuna masuk dalam wilayah perairan mereka.

“Sementara, negara-negara sekitar Asia Tenggara sudah sejak dulu mengakui wilayah tersebut merupakan kedaulatan Indonesia. TNI-AL melalui fungsi diplomasi maritim, perlu untuk memperkuat penegasan yang sudah disampaikan pemerintah. Jangan ragu-ragu menindak kapal maupun nelayan asing yang mengklaim dan masuk seenaknya ke wilayah perairan Indonesia," pungkas Bamsoet. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya