28 Januari 2019

Berita Golkar - Politikus Partai Golkar Meutya Viada Hafid menilai harapan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tentang sepuluh kursi menteri bagi kadernya jika Jokowi kembali terpilih menjadi Presiden terlalu dini diutarakan. Terlebih pemilu baru akan digelar pada bulan April mendatang. “Lucu. Bahwa pemilunya belum mulai tapi sudah ada permintaan jatah-jatah menteri,” kata Meutya, Minggu (27/1/2019).

Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf memastikan Golkar takkan meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi. Baginya, yang harus dilakukan saat ini bagaimana memenangkan Jokowi-Ma’ruf di pemilu mendatang dan memenangkan partainya. “Jadi kita belum berpikir untuk harus berapa kursi dan lain-lain. Itu sepenuhnya hak prerogratif Presiden Jokowi,” lanjutnya.

Baca juga: Meutya Hafid Tekankan Nilai-Nilai Pancasila Diterapkan Sejak Dalam Keluarga

Dalam pemilu mendatang, Golkar sendiri menargetkan tidak keluar dari dua besar perolehan suara nasional. Dengan duduk di posisi dua besar, menurut Meutya, akan ada nilai plus dari Presiden kepada partai berlambang pohon beringin tersebut. “Ini kok belum kompetisi pemilunya sudah menakar-nakar, itu aja enggak gaya Golkar,” ujar anggota Komisi 1 DPR RI tersebut.

Soal pembagian kursi menteri ia kembali menyerahkan kepada Jokowi-Ma’ruf jika terpilih nanti. “Presiden saya rasa akan punya pertimbangan sendiri, tapi hitungan hasil pileg itu termasuk salah satu kemungkinan besar akan menjadi pertimbangan Presiden.”

Baca juga: Meutya Hafid Ungkap Peran Bangsa Indonesia Bagi Kemerdekaan Palestina

Saat menerima kader Muslimat NU, di DPR, Cak Imin menyampaikan harapannya mendapatkan jatah sepuluh menteri bagi kader partainya. Dari sepuluh kursi menteri itu, Cak Imin mengkhususkan menteri di bidang Ekonomi agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hari ini menteri kami empat, Menpora dan lain-lain. Mudah-mudahan (nanti) menteri (bisa) sepuluh,” kata Cak Imin di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. [terbit]

fokus berita : #Meutya Hafid


Kategori Berita Golkar Lainnya