26 Januari 2019

Berita Golkar -  Apapun namanya dari pemilihan kepala Negara hingga kepala Desa tetap saja mewajibkan upaya pendidikan politik bagi pemilih. Pemilihan sebagai prasyarat ketentuan legalitas pemberian hak suara rakyat kepada pemimpin dalam mengelola pemerintahan. Menghadapi tahun politik 2019, DPD II Partai Golkar Kota Bengkulu menyelengarakan pendidikan politik kepada masyarakat di Sekretariat DPD II Partai Golkar.

Dalam acara tersebut turut hadir ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) DPP Partai Golkar Taufik Hidayat yang menyampaikan beberapa hal. “Kegiatan ini adalah salah satu misi partai golkar, memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, ini salah satu langka menuju atau memasuki tahapan kampanye pada bulan Februari nanti, dan mulai menyiapkan Tim kerja kepada calon legislatif,” ujarnya, Jum’at (25/1/2018).

Baca juga: Taufik Hidayat Didapuk Jadi Pelaksana Tugas Ketua Golkar Jambi

Menghadapi arena perpolitikan yang begitu sengit, Taufik menambahkan bahwa kegiatan tersebut adalah bersosialisasi dengan masyarakat. “Kita memberikan bentuk sosial kepada masyarakat, memberikan edukasi kepada para kader dan pihak-pihak yang nanti terlibat, sehingga tahu batasan-batasan apa yang dibolehkan dan apa yang tidak dibolehkan dalam proses politik, untuk menjaga ketertiban pemilihan agar berjalan aman,” ucapnya.

Salah satu calon DPR RI dapil Bengkulu dari partai Golkar ini melihat kondisi dan situasi provinsi Bengkulu, perlu perjuangan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. “Disini menjadi tantangan kuat ya, menyampaikan aspirasi masyarakat Bengkulu, setelah kasat mata kita lihat provinsi tetangga yaitu  Jambi, yang sudah jauh baik dari kita, dimana saya waktu itu adalah Plt. Partai Golkar di sana," Ujarnya.

Baca juga: Ini Cara Yuan Degama Bikin Kuliner Bengkulu Go Internasional

"Maka kita harus bangkit dan benar-benar berjuang menyampaikan aspirasi rakyat, penyambung lidah rakyat di senayan, karena DPR memiliki peran agar supaya Bengkulu ini bisa maju sama seperti tempat lain,” ungkapnya. Melihat potensi yang ada, lanjut Taufik, sangat sayang apabila hal tersebut tidak dibangun, karena peran DPR agar bisa menjadi mitra eksekutif menuju kiprah membangun tingkat Daerah dan Provinsi.

Taufik melanjutkan, baginya Golkar kekuatan pertama, dimulai dengan perolehan suara yang signifikan di semua tingkatan, karena Golkar dulu salah satu partai dengan perolehan kursi terbanyak, maka bagaimana kita memperoleh kursi itu lagi. Acara bertema “Pendidikan Politik Bagi Kalangan Tokoh Masyarakat, Masyarakat Adat dan Perempuan” itu dihadiri beberapa tokoh masyarakat kota Bengkulu salah satunya ketua adat Kampung Kelawi Drs Khairul Shaleh.

Baca juga: Imron Rosyadi Bantu Korban Kebakaran di Desa Sekayun, Bengkulu Tengah

“Pendidikan ini sangat dibutuhkan, karena masyarakat dalam otaknya kalau ada caleg tidak lain duit, maka ada kalimat lain yaitu NPWP nomor piro wani piro, maka dengan ini perlu di perhatikan untuk menyadarkan masyarakat, harus memperhatikan visi misinya untuk masyarakat, kedepanya harus bagaimana, nah itu yang penting,” ucap Khairul.

Untuk menghadapai pemiliham wakil rakyat dan presiden dan wakil presiden khirul menambahkan. “Masyarakat harus bersama-sama menyukseskan pilkada dengan pileg ini, tidak ada lagi suara yang harus golput, tidak ada lagi masyarakat yang tidak datang ke TPS, masyarakat harus menentukan pilihanya,” tutup Khairul ketua adat Kampung Kelawi. [pedoman]

fokus berita : #Taufik Hidayat


Kategori Berita Golkar Lainnya