31 Januari 2019

Berita Golkar - Partai Golkar mengungkapkan akan menempatkan dua saksi di setiap tempat penghitungan suara (TPS) pada Pemilu 2019 nanti. Hal itu, menurut Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, untuk mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan yang mungkin akan terjadi saat pencoblosan dan penghitungan suara.

"Peran saksi sangat penting. Jika tidak berjalan dengan baik, maka upaya keras yang dilakukan caleg dan capres akan sia-sia dari segala kemungkinan (kecurangan) yang terjadi. Untuk Pemilu kali ini kami akan sediakan dua orang saksi di setiap TPS," ucap Lodewijk saat menghadiri Bimbingan Teknik (Bimtek) Training of Trainer (TOT) Saksi, Gelombang Kedua di DPP Partai Golkar, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: Ini Alasan Lodewijk Freidrich Paulus Maju Jadi Caleg Golkar Dari Lampung

Lodewijk meyakini dengan bertambahnya TPS menjadi 890 ribu titik serta jumlah pemilih per TPS yang mencapai 300 orang, maka tidak cukup hanya ada satu saksi. "Dengan pemilihan serentak, kami yakin yang lama adalah penghitungan. Fisik manusia ada batasnya dan kami siapkan saksi yang saling bergantian," cetus caleg DPR RI dari Dapil Lampung ini.

Selain memantau kecurangan, para saksi juga diwajibkan untuk melakukan hitung cepat hasil suara per TPS melalui aplikasi Saksiku. Dengan aplikasi ini, lanjut Loedwick partainya bisa mengetahui dengan cepat dan akurat hasil Pemilu 2019 beberapa jam setelah pemungutan suara usai.

Baca juga: Tumbuhkan Optimisme, Pidato Airlangga Hartarto Dinilai Mirip Pidato Bung Karno

"Nanti posko-posko kami dari kabupaten/kota dan provinsi mengirimkan data darinpara saksi di TPS dengan memakai aplikasi ini. Para saksi pastinya sudah kami bekali melalui bimtek saksi. Yang pada hari ini memasuki gelombang kedua," ucap Lodewijk. Acara TOT kali ini diikuti oleh perwakilan saksi dari seluruh Indonesia. "Nantinya yang ikut TOT di pusat harus melatih saksi lainnya di tingkat wilayah," tambahnya. [indopos]

fokus berita : #Lodewijk Paulus


Kategori Berita Golkar Lainnya