30 Januari 2019

Berita Golkar - Anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat meminta pemerintah fokus menyelesaikan persoalan kekurangan guru di Provinsi Sumatera Barat. Aspirasi ini ia peroleh setelah mendengar aspirasi dari Kepala Dinas Pendidikan, Rektor, Kepala Sekolah serta serikat guru di Provinsi Sumatera Barat yang mengeluhkan kurangnya tenaga pengajar dan minimnya honor yang diterima.

“Kami menerima masukan dari forum guru, kepala dinas serta rektor Universitas Negeri Padang (UNP). Saya kira masukan ini akan kita kumpul dengan baik. Nanti akan kita tindaklanjuti persoalan terkait dengan kekurangan guru, kekurangan guru dari ASN di masing-masing sekolah,” ujar Mujib saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan mitra kerja terkait di UNP, Sumbar, Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Mujib Rohmat Ungkap Potensi Kota Semarang Jadi Sentra Ekonomi Kreatif

Selain itu Mujib juga menyoroti tentang kualitas guru yang perlu dilakukan peningkatan. Baik dari segi pengajaran serta metode yang digunakan untuk mendidik para siswa. UNP selaku kampus yang menghasilkan banyak tenaga kependidikan diharapkan mampu untuk mencetak guru guru profesional melalui pendekatan-pendekatan yang kekinian.

“Kedua adalah soal mutu kualitas guru dan kualitas guru, ini terkait dengan produksi dari yang menciptakan guru dan UNP ini salah satu yang mencetak guru. Ini perlu upaya pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kita sadari kualitas guru itu jauh lebih penting dibandingkan daripada materi pelajaran kurikulum dan metodologinya. Itu jadi konsen kita sekarang," terang Mujib.

Baca juga: Mujib Rohmat Nilai Keberhasilan Bali Kelola Destinasi Wisata Karena Terapkan Tri Karana

Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti terkait gaji para guru yang masih jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk lebih bisa mensejahterakan para guru terutama guru honorer, guna menjaga motivasi para guru dalam mengajar. Namun jangan sampai motivasi guru dalam mengajar ini berubah menjadi untuk meningkatkan kesejahteraan bukan pengabdian.

“Gaji itu bagian yang memotivasi. Salah satu perangkat meningkatkan gaji adalah sertifikasi melalui uji kompetensi. Itu juga melalui merit system jika dia kerja dengan baik dalam waktu cukup memadai dia akan mendapat salary yang lebih besar, ini juga memotivasi para guru. Saya ingatkan jangan sampai orientasi berubah. Yang tadinya semangat mengajar jadi semangat membangun kesejahteraan pribadinya," tegas Mujib. [kontributor Sumbar]

fokus berita : #Mujib Rohmat


Kategori Berita Golkar Lainnya