29 Januari 2019

Berita Golkar - Anggota Komisi X DPR RI Noor Achmad menyoroti masa depan Tenaga Kependidikan yang memiliki skill (keahlian) khusus, namun belum memiliki jenjang karir yang jelas. Tenaga Kependidikan yang dimaksudkan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.

“Panja Pendidik dan Tenaga Kependidikan harus memikirkan dan merancang jenjang karir yang jelas bagi para Tenaga Kependidikan,” ungkap Noor Achmad usai mengikuti tinjauan ke SMK Kristen Getsemani Manado bersama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI, di Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Noor Achmad Prediksi Ekonomi Kreatif Bakal Jadi Primadona Indonesia

Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan. Politisi Partai Golkar ini menambahkan nasib Tenaga Kependidikan pada umumnya berbeda dengan guru (pendidik) yang sudah jelas karirnya.

Biasanya mereka juga ada yang tidak linier pendidikannya, dan menjadi tanggung jawab kita untuk memikirkan karena sudah berlangsung lama mereka bekerja tanpa kejelasan jenjang karir. Menyoroti keberadaan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekolah swasta, legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II ini berpendapat ada sekolah-sekolah swasta yang menghidupi pendidikan, namun adapula yayasan yang mencari hidup di dunia pendidikan.

Baca juga: Noor Achmad Kecewa Insiden Meninggal Dunianya Supporter Persija

“Mereka yang sudah berperan di dunia pendidikan minta dibedakan dengan swasta yang memang hidup dari dunia pendidikan. Cukup banyak guru PNS yang tersebar di sekolah swasta yang tidak imbang dengan sekolah swasta lainnya. Persentase PNS yang ada di swasta seperti apa, kebutuhannya juga seperti apa. Ini akan menjadi pertimbangan Panja Pendidik dan Tenaga Kependidikan," ujarnya.

Temuan selanjutnya, banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang guru-gurunya belum memenuhi syarat, baik aspek kualitas (standar kompetensi) maupun kuantitas (jumlahnya). Bahkan saat meninjau SMK Kristen Getsemani Manado, ada satu jurusan gurunya hanya satu dan sudah cukup lama terjadi.

Baca juga: Noor Achmad Himbau Koleksi Pribadi Terkait Sejarah Diserahkan Ke Perpustakaan Jatim

“Hal semacam ini perlu mendapat perhatian serius dari Komisi X DPR RI serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aturan yang sudah ada ternyata belum berjalan dengan baik dan ini perlu dilakukan tindakan nyata," tukas Noor Achmad. [kontributor Sulut]

fokus berita : #Noor Achmad


Kategori Berita Golkar Lainnya