30 Januari 2019

Berita Golkar - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menanggapi sindiran Menteri Pencetak Utang yang ditujukan untuk Menteri Keuangan, Sri Mulyani oleh Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto. Prabowo mengungkapkan hal tersebut melihat banyaknya utang yang dibuat dalam pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla.

"Setiap pembangunan ada proporsi utang bukan hanya periode ini, dari seluruh periode presiden utangnya pasti ada," ujar Airlangga, Selasa (29/1). Airlangga menuturkan, utang adalah hal wajar dalam pemerintahan. Ia mengungkapkan porsi utang pada pemerintahan sebelumnya bisa lebih tinggi. Selain itu, utang pun tidak hanya dilakukan Indonesia. Ia menyatakan bahwa setiap negara memiliki utang.

Baca juga: Antisipasi Kecurangan, Golkar Tempatkan 2 Saksi Di 890 Ribu Titik TPS

Utang tersebut perlu dipandang baik selama digunakan untuk hal yang produktif. Selain itu perlunjuga melihat kesanggupan dalam pembayaran utang tersebut. "Utang selama bisa dibayar dan tingkat suku bunganya bisa direprofiling, bisa diturunkan itu bagus," terang Airlangga.

Kondisi ekonomi Indonesia pun saat ini dianggap dalam kondisi baik. Hal itu terlihat dari ketertarikan sejumlah investor dari beberapa negara. Pernyataan Prabowo tersebut juga dinilai Airlangga tidak akan menekan elektabilitas Jokowi. Ia bilang saat ini pemerintah perlu memberikan pengertian kepada masyarakat. [kontan]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya