01 Februari 2019

Berita Golkar - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat untuk Jokowi-Ma'ruf Amin, Dedi Mulyadi meminta semua kalangan menghentikan budaya lapor melapor karena perbedaan gagasan pemikiran yang bersifat intelektual atau akademis. Pendapat itu terkait pelaporan Rocky Gerung kepada kepolisian atas dugaan penistaan agama. Dedi menilai apa yang disampaikan Rocky itu bersifat pemikiran intelektual dan akademis.

"Bagi saya, saya tidak menyepakati siapa pun, baik dari kubu 01 atau 02 memidanakan gagasan atau pikiran akademis. Beda antara gagasan pemikiran akademis dengan ujaran kebencian," kata Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat ini, Kamis (31/1/2019). Budayawan Jawa Barat itu menilai, kriminalisasi ide atau gagasan hanya akan membangkrutkan khasanah intelektual.

Baca juga: Ogah Bagi-Bagi Sembako, Dedi Mulyadi Pilih Gelar Wayang Golek

"Oleh karena itu, saya minta hentikan budaya kriminalisasi ide atau gagasan. Apakah kepada Pak Rocky Gerung atau siapa, tolong hentikan kriminalisasi gagasan atau intelektual. Itu hanya akan membangkrutkan khasanah intelektual," tandas mantan bupati Purwakarta dua periode ini. Dedi juga meminta kepada pendukung capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga untuk menghentikan berbagai laporan tuduhan penistaan agama kepada siapapun.

"Mari hormati kebebasan berpikir. Kalau ada yang tidak sepakat dengan gagasan dan pikiran itu, lawanlah dengan ide dan pikiran itu sendiri. Hentikan kriminalisasi intelektualitas karena akan menjadi masyarakat bodoh," tandas Dedi.Ia mengajak masyarakat menggunakan kekuatan logika dalam menyelesaikan problem bangsa, bukan logika kekuatan. "Karena logika kekuatan dengan kerumunan itu hanya akan melahirkan kebodohan baru," katanya. [kompas]

fokus berita : #Dedi Mulyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya