02 Februari 2019

Berita Golkar - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta mempertanyakan efektivitas aplikasi berbasis Andorid yang bernama DBDKlim. Aplikasi yang baru-baru ini diluncurkan pemprov disebut akan memberikan peringatan dini penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) dengan basis iklim yang dikerjasamakan dengan BMKG.

"Apa semua warga Jakarta melek teknologi? Saya kira cara efektif mencegah DBD adalah mendatangi dan mengedukasi langsung ke rumah-rumah," ujar Anggota Komisi E DPRD DKI Judistira Hermawan, Jumat (1/2/2019). Keraguan efektivitas aplikasi itu, tampak pada masa reses yang dilakukannya. Judistira mengaku sempat menanyakan langsung warga mengenai DBDKlim yang digagas Dinas Kesehatan.

Baca juga: Fraksi Golkar Senang dan Bangga Erwin Aksa Jadi Alternatif Cawagub DKI Jakarta

"Warga tidak tahu. Mereka hanya tahu DBD dapat dicegah dengan fogging dan pemberantasan jentik oleh Jumantik," ungkapnya. DBDKlim sendiri memiliki kepanjangan yang berarti Peringatan Dini DBD berbasis iklim. Sistem informasi itu dapat diakses langsung melalui http://dbd.bmkg.go.id.

Aplikasi DBDKlim menyandingkan data kasus DBD dengan prediksi curah hujan dan kelembaban di wilayah Jakarta. Semakin lembab suatu wilayah, nyamuk akan semakin banyak, maka risiko warga digigit nyamuk penyebab DBD juga semakin tinggi. Aplikasi DBDKlim dibutuhkan untuk mengantisipasi kasus DBD sedini mungkin.

Baca juga: Biaya Lebih Murah, Rizal Mallarangeng Ajak Caleg Golkar DKI Jakarta Kampanye Lewat Medsos

Belum banyak warga Ibukota memahami dampak buruk kelembaban tempat tinggal seperti yang disebutkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Komisi E yang membidangi kesehatan mendorong sosialisasi dan edukasi pencegahan DBD dapat lebih gencar dilakukan. "Di atas kertas saya kira bagus soal upaya pencegahan dengan aplikasi tersebut. Tetapi harus dipahami juga, semua tidak bisa terjangkau melalui aplikasi," ungkap politikus Golkar itu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sebagai upaya mitigasi pencegahan DBD, pihaknya tidak hanya mengandalkan DBDKlim. Sejauh ini, Dinas Kesehatan telah menyebarkan edaran untuk mewajibkan warga agar menjadi kader juru pemantau jentik (jumantik) secara mandiri.

Baca juga: Judistira Hermawan Tuding Kebijakan Rotasi Anies Baswedan Bikin Persiapan Asian Games Molor

Melalui edaran itu, warga diminta bersama-sama melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta 3M, yakni, menutup dan  menguras tempat penampungan air bersih serta mendaur ulang atau memusnahkan barang-barang bekas. "Semua warga harus sadar untuk menjaga rumah dan lingkungannya, satu rumah satu jumantik. Kita berharap semua menunjuk keluarganya di rumah untuk menjaga lingkungan bebas dari jentik," ujar Widyastuti. [alinea]

fokus berita : #Judistira Hermawan


Kategori Berita Golkar Lainnya