07 Februari 2019

Berita Golkar - Empat kader senior yang diberangus dari kepengurusan DPD I Golkar Bali: I Gusti Putu Wijaya, I Wayan Subawa, AA Ngurah Rai Wiranata, dan Made ‘Dedung’ Suardana lakukan perlawanan atas tindakan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer.

Mereka akan adukan kesewenang-wenangan Demer ke Mahkamah Partai Golkar di Jakarta. Dalam keterangan persnya di Denpasar, Rabu (6/2), IGP Wijaya yang dilengserkan dari jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali, mengaku pihaknya akan pertanyakan kepada Mahkamah Partai Golkar terkait proses usulan reshuffle dari Demer yang dinilai sewe-nang-wenang. Menurut Wijaya, sesuai SK DPP Golkar Nomor 365 yang ditandatangani Ketua Umum Airlangga Hartarto, ternyata banyak kader senior yang diberangus dari kepengurusan DPD I Golkar Bali.

Baca Juga: Reshuffle Pengurus Ala Demer Bikin Golkar Bali Bergejolak

Selain kwartet IGP Wijaya-AAN Rai Wiranata-Wayan Subawa-Made Dedung Suardana, ada pula nama I Gede Kintawali yang didepak dari jabatan Korwil Pemenangan Pemilu Wilayah Buleleng DPD I Golkar Bali. Gede Kintawali disebut-sebut dicopot karena alasan kesehatan. “Kami akan mempertanyakan proses reshuffle yang tidak sesuai dengan mekanisme partai. Kami akan datangi DPP Golkar dan tanya ke Mahkamah Partai,” tandas Wijaya.

Gerakan Wijaya cs ini mendapat support sejumlah kader senior Golkar. Para senior bakal menggalang dukungan buat Wijaya cs menentang manuver Demer. ”Ya, lihat saja besok, kalau kami ke DPP Golkar dan Mahkamah Partai, akan kami buka kepada media hasilnya. Yang jelas, kita tidak diamkan kondisi partai seperti ini, yang dibuat kacau balau karena kesewenang-wenangan Demer,” sindir politisi senior asal Tabanan yang mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali dua periode di era Orde Baru ini.

Menurut Wijaya, sekarang berkembang informasi bahwa pencopotan tidak hanya dilakukan terhadap pengurus DPD I Golkar Bali yang tak sejalan dengan Demer. Sejumlah Ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota di Bali juga dikabarkan tengah dibidik Demer. “Saya dapat bocoran bahwa para Ketua DPD II Golkar juga akan di-Plt-kan. Ini gila nggak?” sergah Wijaya.

Baca Juga: Copot Wayan Gunawan Dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Demer Dituding Main Kayu

Sementara itu, Demer menggelar rapat pleno di Kantor Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati 9 Denpasar, Rabu sore pukul 17.00 Wita. Walaupun banyak pengurus DPD I Golkar Bali yang tidak hadir, namun Demer klain kepengurusan di bawah kepemimpinannya solid.

Dalam jumpa pers seusai pleno kemarin sore, Demer menegaskan proses reshuffle yang ditandai pelengserkan IGP Wijaya cs sudah sesuai dengan mekanisme. “Semuanya sudah sesuai dengan mekanisme partai. Ada 48 pengurus harian yang nyaris tidak aktif. Bagaimana bisa melakukan pleno kalau banyak yang tidak aktif?” dalih Demer.

Menurut Demer, reshuffle kepengurusan DPD I Golkar Bali dilakukan karena dorongan untuk menghadapi kerja- kerja partai yang sangat padat. “Kami melihat ada yang beberapa memang tidak aktif, ada yang sakit. Usulan reshuffle ini dilakukan atas kajian oleh Bidang Pemenangan Pemilu, Korwil, dan Bidang Kepartaian,” jelas politisi asal Desa Tajun, Kecamatgan Kubutambahan, Buleleng yang sudah tiga periode duduk di Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini.

Selain itu, Demer juga mengatakan reshuffle mengacu dengan regenerasi, dimunculkan dari unsur-unsur kader muda dan generasi milienal. “Yang muda menyundul yang sudah tua-tua. Kalau tidak ada yang menyundul, ya tak ada regenerasi,” katanya.

Ketika ditanya soal Wijaya cs akan ke DPP Golkar dan Mahkamah Partai sebagai upaya perlawanan, menurut Demer, itu tidak masalah. “Ya nggak masalah, silakan saja, itu hak mereka. Tapi, semuanya kan sudah berdasarkan mekanisme,” katanya.

Demer juga membantah tudingan Wijaya cs yang mengatakan dirinya pernah di Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) sebelum gabung ke Golkar jelang Pileg 2004. “Saya tidak pernah di Partai PIB. Saya ada di Perhimpunan Indonesia Baru ketika masih dalam berbentuk Ormas, bukan berbentuk partai. Ketika berbentuk partai, saya tidak masuk di dalamnya. Hati-hati bicara,” ancam Demer yang kemarin didampingi Sekretaris DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry.

Dalam kesempatan itu, Demer mengatakan akan menarik posisi IGP Wijaya dari Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Provinsi Bali. Posisi Wijaya sudah digantikan I Made Dauh Wijana, Ketua DPD II Golkar Gianyar yang kini Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali. Dalam reshuffle kepengurusan, Dauh Wijana juga menggantikan Wijaya sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali. [nusabali]

fokus berita : #Demer


Kategori Berita Golkar Lainnya