08 Februari 2019

Berita Golkar - Wakil Sekjen (Wasekjen) DPP Partai Golkar Viktus Murin menilai pernyataan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bahwa PDIP akan membantu Partai Golkar mengalahkan Partai Gerindra dalam Pileg 2019 sebagai pernyataan yang kurang patut, dalam konteks kemitraan politik dalam kerangka pemenangan Pilpres 2019.

Seperti diketahui, dalam acara Deklarasi Alumni Menteng 64 kepada Capres-Cawapres Jokowi-KH Ma'ruf Amin, di Gedung Djoeang Jakarta, Minggu (3/2/2019), Hasto mengatakan partainya akan mendukung Golkar mengalahkan Gerindra dalam Pemilu Legislatif 2019. "Dari perspektif etika politik dan kemitraan politik, pernyataan Sekjen PDIP tersebut terasa kurang patut," tegas Viktus Murin saat dihubungi Golkarpedia, Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Viktus Murin Raih Penghargaan 21 Tokoh Kristiani 2018 Dari Majalah Narwastu

Menurut Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar, pernyataan semacam itu selain tidak elok dari konteks fatsun politik, juga dapat memicu ketersinggungan kolektif kader-kader Golkar, yang sedang berjuang untuk memenangkan kontetasi Pileg sekaligus Pilpres 2019.

Sekjen Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) periode 1999-2002 ini menilai, dari perspektif psikologi-politis kepartaian, pernyataan Hasto itu cenderung merendahkan Golkar sebagai partai politik moderen tertua di Indonesia. Bahkan, Partai Golkar kini merupakan partai terbesar kedua di parlemen yang posisinya berada di atas Gerindra, kendati pun masih berada di bawah PDIP.

Baca juga: Viktus Murin Prihatin Kasus Eni Maulani Saragih Pengaruhi Psikologis Internal Golkar

"Dengan tetap menghormati koalisi parpol pendukung Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, kami tegaskan bahwa Partai Golkar tidak butuh pertolongan partai lain untuk memenangkan Pileg 2019. Golkar sebagai kekuatan politik terbesar kedua di parlemen telah berulangkali membuktikan kepada rakyat, bahwa Golkar adalah partai yang kuat dan mandiri dalam kompetisi politik nasional," tegas Viktus Murin.

Politisi asal Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengimbau agar Hasto Kristiyanto tidak memasuki domain internal Partai Golkar, dan sebaiknya fokus saja pada urusan partainya sendiri dalam Pileg 2019. Fakta politik menunjukkan bahwa dalam Pilpres 2019, PDIP dan Golkar berkoalisi mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Tetapi, dalam Pileg 2019, PDIP dan Golkar tetap merupakan kompetitor dalam kontestasi Pileg.

Baca juga: Demi Pancasila, Viktus Murin Minta Pemerintah Tidak Bersikap Lembek Pada Terorisme

Terlepas dari apapun niatnya, menurut Viktus, pernyataan Hasto merupakan pernyataan yang kurang patut didengar di ranah publik. Apalagi, lanjut Viktus, Partai Golkar saat ini jumlah kursinya di parlemen lebih besar dari Gerindra. Fakta ini menunjukkan bahwa Golkar sudah pernah mengalahkan Gerindra. "Lalu bagaimana logikanya Golkar harus ditolong PDIP mengalahkan Gerindra?" tanya Viktus.

Menurut dia, Partai Golkar sebagai partai otonom cukup percaya diri mengalahkan Gerindra, bahkan siap bertarung dengan PDIP untuk menjadi partai nomor satu di parlemen. "Soal nanti berhasil atau tidak berhasil, keputusan itu terletak pada keputusan rakyat di bilik suara pada Pemilu 17 April mendatang," tegas Viktus Murin yang juga Aktivis Mahasiswa 1998.

Kader Golkar Jangan Terbuai
Viktus Murin yang pernah menjadi pimpinan redaksi Website Partai Golkar pada era Ketua Umum Akbar Tandjung sampai era Ketua Umum Jusuf Kalla ini, mengajak kader-kader Golkar untuk tidak terbuai mendengar omongan politik seperti yang dilontarkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Mari kita tunjukkan konsistensi, independensi, dan kehormatan kita sebagai kader-kader Golkar. Kita tunjukkan bahwa kita telah teruji sebagai kader-kader bangsa yang terus mampu berkarya dalam perjalanan politik nasional. Kita harus tetap merawat kebanggaan kolektif kita bahwa Partai Golkar adalah partai moderen tertua di Indonesia, yang telah kenyang makan asam garamnya politik nasional," ujar Mntan Wakil Sekjen DPP AMPI periode 2003-2008.

Politisi penerima Penghargaan "21 Tokoh Kristiani Tahun 2018" pilihan Majalah Narwastu ini mengingatkan, semua kader Golkar, khususnya kader-kader muda milenial, harus tetap berhati-hati menghadapi statemen dan atau manuver partai apapun yang menjadi kompetitor Golkar dalam Pileg 2019.

"Jauh lebih terhormat bagi kader-kader Partai Golkar untuk bergerak secara mandiri dalam memperjuangkan kejayaan Partai Golkar, daripada terbuai mendengar omongan politik dari pengurus partai lain. Golkar yang mandiri adalah Golkar yang hebat!" pungkas Viktus. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Viktus Murin


Kategori Berita Golkar Lainnya