07 Februari 2019

Berita Golkar - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus berupaya mendongkrak harga sawit di kalangan petani rakyat setempat. Dalam waktu dekat, Muba segera merelealisasikan Verified Source Area (VSA). Penerapan VSA ini dinilai sangat efektif dan menguntungkan.

Sebab, sistem ini memastikan semua komoditas sawit dan karet dari Muba terverifikasi. Sehingga penyelenggaraan atau klaim produk tak akan terjadi. Artinya tidak bisa lagi pihak dari luar menyerang isu deforestasi dari hasil komoditas sawit di Indonesia khususnya di Muba.

Baca Juga: Dodi Reza Alex Noerdin Daftarkan 232 Ribu Warga Muba ke BPJS Kesehatan

Upaya VSA ini merupakan bagian komitmen Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dalam mengimplementasikan pembangunan yang berkelanjutan, utamanya di komoditas perkebunan sawit. Keuntungan VSA bagi petani swadaya Muba yang utama adalah naiknya harga produk.

Selain VSA, pada tahun 2019 ini Dodi juga akan melakukan pemanfaatan gas dan bio solar dalam upaya menaikkan harga sawit petani rakyat. Dodi menyebut di masa depan Pemkab Muba ingin merintis suplai CPO hasil replanting kelapa sawit untuk green energi bio solar memanfaatkan kilang minyak mendukung Paris Agreement CoP 21 tentang Energi baru terbarukan.

"Paris agreement merupakan komitmen internasional untuk perubahan Iklim dimana pada tahun 2025 di Indonesia untuk penggunaan Energi baru terbarukan sebesar 23 persen dari konsumsi energi fosil," ungkap Dodi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Baca Juga: Alex Noerdin Janjikan Jokowi-Ma'ruf Amin Menang Besar di Sumsel

Menurutnya, Pemkab Muba akan berkiprah langsung melalui perusahaan BUMD yakni PT Petro Muba bekerjasama dengan PT Taruko Energi. Ia meminta, PT TME dapat memanfaatkan gas alam dari Muba untuk menghasilkan LPG.

"Muba juga berpotensi menghasilkan Bio Solar hingga B100 dengan sumber bahan baku dari replanting kelapa sawit," terang Politikus Partai Golkar itu. Dodi menambahkan, seperti diketahui pada 2017 Muba mereplanting sawit rakyat seluas 7.500 hektare. Pada 2019 bertambah 5 ribu hektare sehingga total mencapai 12.500 hektare.

"Di sisi lain dengan akan dilaksanakannya Konferensi Tingkat Tinggi Kesesuaian Lingkungan Hidup the Urban Environmental Accord (UEA) Summit di Palembang 23-25 Oktober 2019 inovasi dapat dipromosikan sebagai bentuk implementasi pembangunan hijau rendah karbon untuk mendapatkan insentif karbon kredit," tambahnya.

Beberapa upaya Muba terus dilakukan untuk pengembangan turunan kelapa sawit. "Bukan saja dimanfaatkan untuk produk turunan makanan namun untuk energi baru terbarukan. Komitmen Muba sebagai daerah yang berbasis pembangunan hijau berkelanjutan jelas dan tegas," ulasnya.

Dodi berharap, PT TME dapat mewujudkan pembangunan LPG dan meningkatkan PAD, menciptakan lapangan kerja, dan mempemudah persediaan LPG bagi industri dalam negeri.

"Dengan adanya kerjasama antara Pemkab Muba dan swasta tentu pemanfaatan sumber daya gas mampu menopang kepentingan daerah, dan kegiatan ini dapat dioperasikan dalam tahun ini juga. Sedangkan jika kegiatan CPO menjadi Bio Solar terwujud akan meningkatkan pendapatan petani sawit dari nilai tambah produk," tutupnya. [indopos]

fokus berita : #Dodi Reza


Kategori Berita Golkar Lainnya