10 Februari 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta tim sukses dan pasangan calon presiden dan wakil presiden mengubah gaya kampanye menjadi lebih substansial. Ketua DPR itu mengatakan bahwa gaya kampanye harus diubah supaya bisa membawa rakyat menjadi lebih baik lima tahun mendatang.

Berbicara saat merespons hasil survei Celebes Research Center atau CRC, Minggu (10/2), di Cikini, Jakarta, Bamsoer berujar bahwa pemilih masih bisa mengubah pilihan jika paslon menawarkan program yang lebih baik. Hal ini sebagaimana tampak dalam hasil survei CRC tersebut.

Baca Juga: Bambang Soesatyo Desak Menkominfo Blokir Situs Hoaks dan Porno

Politikus berlatar belakang pengusaha dan wartawan itu mengingatkan, paslon maupun tim sukes harus menawarkan program yang baik, nyata, dan masuk akal. Menurut Bamsoet, kampanye saling hujat dan serang, sudah tidak bermutu lagi.

Karena itu, mantan ketua Komisi III DPR itu menyarankan paslon maupun tim sukses mengubah cara kampanyenya menjadi lebih susbtansial. “Harus mulai diubah gaya kampanye, tidak lagi persoalan ecek-ecek. Tapi, bagaimana rakyat bisa dibawa lebih baik,” ungkap Bamsoet.

Menurut Bamsoet lagi, masyarakat termasuk kaum milenial atau generasi muda sudah lelah melihat perdebatan-perdebatan yang tidak substansial selama masa kampanye ini.

Dia mengingatkan, kaum milienal membutuhkan paslon dan tim sukses untuk bisa memberikan penjelasan akan dibawa ke mana mereka lima tahun ke depan dengan program-program yang dimiliki.

“Generasi milenial membutuhkan calon pemimpin yang mampu mempersiapkan mereka menghadapi tantangan lima tahun mendatang,” ungkap Bamsoet.

Secara pribadi, Bamsoet cukup mengidamkan kedua paslon menjelaskan apa yang ditawarkan dalam menghadapi persoalan ekonomi. Lalu, kata dia, masing-masing paslon harus mengimbangi dengan tawaran lebih menarik. “Sehingga publik akan mendapat pilihan terbaik,” tegasnya.

Dia mencontohkan, petahana berupaya untuk meningkatkan perekonomian dengan membangun jalan tol. Pembangunan itu diharapkan membuka akses perekonomian, dan memperpendek jalur distribusi. Sehingga harga barang dari desa ke kota, bisa murah karena biaya transportasi tidak terlalu mahal.

Selain itu, ujar Bamsoet, petahana juga melakukan pembangunan menembus desa, sehingga menimbulkan pergerakan ekonomi masyarakat yang dilewati jalan tersebut. Nah, kata dia, kalau ada yang menganggap ini tidak tepat, harusnya memberikan solusi bagaimana yang dianggap baik. “Kalau dianggap tidak tepat, lalu bagaimana yang tepatnya,” kata dia.

Baca Juga: Bambang Soesatyo Minta Capres-Cawapres Tak Terjebak Persaingan Politik Tak Bermartabat

Seperti diketahui, dalam survei CRC ditemukan bahwa 13,0 persen dari 1200 responden yang memilih paslon, menyatakan cukup besar kemungkian mengubah pilihan. Dari jumlah itu, 40,4 persen di antaranya menyatakan akan mengubah piihan jika ada calon yang menawarkan program yang lebih baik.

Kemudian 10,3 persen akan mengubah pilihan jika ada calon yang terkena masalah hukum. Sedangkan 6,6 persen menyatakan kemungkinan mengubah pilihan ika ada calon yang melakukan serangan fajar. Sedangkan 5,1 persen menyatakan jika ada calon yang turun langsung ke desa atau kelurahannya, 2,9 persen beralasan jika organisasi yang diikutinya merekomendasikan calon lain.

Sebanyak 2,2 persen menyatakan berubah jika ada tokoh yang mengajak untuk memilih calon lain. Sedangkan alasan lainnya sebesar 5,9 persen.Yang tidak tahu atau tak menjawab 26,5 persen. [jpnn]

 

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya