06 Februari 2019

Berita Golkar - Komisi VII DPR RI mendorong penguatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam mengantisipasi kewaspadaan bencana terutama yang diakibatkan oleh gunung api. Penguatan itu diantaranya penambahan anggaran dan penguatan peralatan.

Saat kunjungan kerja spesifik ke Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam, Komisi VII DPR RI mengapresiasi kinerja BPPTKG mengantisipasi peringatan bencana gunung api. Namun peran besar BPPTKG ini kurang terlihat di pemberitaan media. "Kita apresiasi kinerja BPPTKG, kita juga mendorong BPPTKG melakukan penguatan baik dari segi anggaran dan juga peralatan," ujar Ridwan, Rabu, (06/2/2019).

Baca juga: Ridwan Hisjam Ajak Pers Imbangi Pesatnya Perkembangan Teknologi

Diketahui, BPPTKG ini hanya ada satu di Indonesia yang berada di Yogyakarta dan konsen untuk memantau pergerakan situasi gunung Merapi. Seharusnya lembaga ini berada di masing-masing provinsi untuk memantau perkembangan gunung api. Hingga ke depan ini perlu diperkuat. "Saya menyoroti kurangnya keberadaan BPPTKG di masing-masing provinsi ini tidak sebanding jumlah gunung api di Indonesia. Ke depan kita dorong ini untuk diperkuat," imbuh Ridwan.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah kekuatan rekomendasi yang diberikan BPPTKG masih belum dijalankan dengan baik. Pada tahun 2009 misalnya, BPPTKG telah memberikan rekomendasi bahaya di daerah Palu dan pesisir selatan Sunda akan potensi bencana tsunami sehingga diimbau untuk tidak membangun hotel dan bangunan tinggi lainnya.

Baca juga: Sopir Tangki Pertamina Demo Minta Jadi Pegawai Tetap, Ini Tanggapan Ridwan Hisjam

Tapi rekomendasi ini tidak tidak dijalankan oleh pemerintah daerah setempat. Dan akhirnya bencana terjadi. "Ke depan saya kira rekomendasi dari BPPTKG itu perlu diperkuat dan dijalankan secara hukum oleh pemerintah daerah karena ini menyangkut kehidupan masyarakat banyak," ungkap Ridwan. [kontributor Jogjakarta]

fokus berita : #Ridwan Hisjam


Kategori Berita Golkar Lainnya