10 Februari 2019

Berita Golkar - Anggota Fraksi Golkar DPR RI, Firmandez mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang membatalkan remisi I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Meurut politisi dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini, keputusan yang diambil presiden tersebut, tentunya sudah melalui pertimbangan hukum yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini juga kan ada azas keberatan dari masyarakat, terutama dari kawan-kawan jurnalis yang meminta agar remisi itu dicabut. Azas keberatan masyarakat ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan Presiden untuk menyelesaikannya, tentunya dengan aspek hukum dan asas-asas umum pemerintahan yang mencakup kepentingan umum,” ujar anggota Komisi VII DPR RI ini.

Baca juga: Airlangga Diminta Tindaklanjuti PAW Firmandez Kepada Marzuki Daud

Sebagaimana diketahui, ketika nama I Nyoman Susrama pembunuh jurnalis masuk dalam daftar penerima remisi dari Presiden dalam Keppres No. 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018. Susrama merupakan satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringan hukuman tersebut.

Susrama diadili karena kasus pembunuhan terhadap Prabangsa, 9 tahun lalu. Pembunuhan itu terkait dengan berita-berita dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkannya oleh Prabangsa di harian Radar Bali, dua bulan sebelumnya. Firmandez menambahan, dengan dicabutnya remisi itu, menunjukkan Presiden Jokowi mendukung kebebasan pers dan peka terhadap apa yang disuarakan oleh para jurnalis di tanah air.

Baca juga: Bangun Jembatan Senilai 6 Miliar, Firmandez Dipuji Masyarakat Aceh Utara dan Aceh Timur

Hasil penyelidikan polisi, pemeriksaan saksi dan barang bukti di persidangan menunjukkan Susrama adalah otak di balik pembunuhan itu. Ia diketahui memerintahkan anak buahnya menjemput Prabangsa di rumah orangtuanya di Taman Bali, Bangli, 11 Februari 2009 itu. Prabangsa lantas dibawa ke halaman belakang rumah Susrama di Banjar Petak, Bebalang, Bangli. Di sanalah ia memerintahkan anak buahnya memukuli dan akhirnya menghabisi Prabangsa.

Dalam keadaan bernyawa Prabangsa dibawa ke Pantai Goa Lawah, tepatnya di Dusun Blatung, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung. Prabangsa lantas dibawa naik perahu dan dibuang ke laut. Mayatnya ditemukan mengapung oleh awak kapal yang lewat di Teluk Bungsil, Bali, lima hari kemudian. [woinews]

fokus berita : #Firmandez


Kategori Berita Golkar Lainnya