14 Februari 2019

Berita Golkar - Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita bersama dengan jajaran melakukan kunjungan ke Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, untuk memberikan bantuan paket sembako kepada seribuan warga Kota Medan yang kurang mampu, di Lapangan Benteng Medan, Kamis (14/2/2019).

Baca Juga: Cak Imin Minta 10 Kursi Menteri Untuk PKB, Ini Tanggapan Mengejutkan Meutya Hafid

Selain Mensos, dalam kesempatan itu tampak hadir anggota DPR RI Meutya Hafid, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin serta Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto.

Agus mengatakan bahwa kunjungannya kali ini, untuk membagi-bagikan bantuan berupa sembako kepada 1000 Kepala Keluarga kurang mampu di Kota Medan.

"Program-program ini merupakan program bantuan sosial, yang kami percaya bisa membantu meringankan beban dari pada keluarga khususnya beban pangan dan keluarga," kata Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita di Lapangan Benteng Medan.

"Nanti, Insyaallah kedepan ada program-program bukan hanya bantuan sosial berupa sembako, tapi kami juga banyak sekali program di Kemensos. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), juga ada program bansos disabilitas dan Orang Dengan HIV Aids (ODHA)," sambungnya.

Lanjut, Agus menuturkan bahwa pihaknya menempatkan salah satu dari tiga balai ODHA di Indonesia di Kota Medan, selain di NTT dan Jawa Barat. Kemensos juga punya program lanjut usia, program penanganan teroris serta keluarga yang terdampak teroris.

Maka dari itu, Kemensos perlu bekerja sama dengan pemerintah daerah Sumut dan Kota Medan. Agar program di Kemensos bisa dimanfaatkan dan tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Lebih lanjut, Agus menerangkan bahwa selama pihaknya meyakini telah memberikan manfaat kepada keluarga pra sejahtera. Karena angka kemiskinan atau masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, tetap menjadi prioritas utama pemerintah pusat.

Agus menjelaskan PKH program yang didalamnya ada persyaratan kondisionalitas. Jadi bukan hanya orang miskin yang dikasih tapi ada 7 komponen di dalamnya. Yang paling penting, selain membantu mengurangi angka kemiskinan juga melakukan perbaikan generasi.

Baca Juga:Turunkan Angka Kemiskinan, Agus Gumiwang Janji Cairkan Dana PKH April 2019

Komponen lainnya, salah satu komponen yang menjadi syarat dia atau ibu-ibu harus yang sedang hamil. Kenapa ibu-ibu sedang hamil, Karena Kemensos ingin juga ikut memberi kontribusi terhadap stunting.

"Jadi ibu-ibu sedang hamil ikut program PKH. Dia di haruskan dan diwajibkan memeriksa kandungnya. Memeriksa bayi yang ada di perutnya rutin di tempat-tempat pelayanan kesehatan terdekat. Kalau ibu-ibu yang sedang hamil yang menerima manfaat PKH tidak membawa dan memeriksa kehamilannya di pelayanan kesehatan masing-masing, maka ibu itu, bisa kena sanksi hak sosialnya untuk mendapat PKH di cabut," urai Agus.

Masih kata Agus, program PKH bukan program pemerintah yang semata-mata untuk memberikan bantuan, penyaluran bantuan dan penyerapan anggaran, bukan itu.

"Kami punya misi lebih dari itu, yang paling penting selain penurunan angka kemiskinan juga generasi itu bisa diperbaiki. Contohnya ibu-ibu punya anak SD, SMP, SMA. Kalau anak dari ibu-ibu itu bolos dan tidak masuk sekolah sebanyak lebih dari 15 persen, maka sang ibu yang mewakili keluarga bisa mendapat sanksi haknya sebagai penerima manfaat PKH di cabut," ungkapnya.

"Karena kami ingin mendorong pembentukan SDM yang berkualitas melalui pendidikan. Kami percaya PKH, selain mengurangi angka kemiskinan bisa memperbaiki pendidikan," jelas Agus. [tribunnews]

fokus berita : #Agus Gumiwang


Kategori Berita Golkar Lainnya