15 Februari 2019

Berita Golkar - Kontestasi pemilihan presiden memang luar biasa dampaknya, hingga terasa ke pelosok-pelosok pedesaan. Hampir setiap hari warga masyarakat membicarakan jagoannya masing-masing.

Dampak dari cepatnya informasi melalui media sosial, sehingga masyarakat tidak ingin ketinggalan informasi sedikitpun tentang jagoannya. Terkadang informasi yang disajikan di media sosial di telan mentah-mentah, tanpa memperhatikan kebenaran informasi tersebut.

Baca juga: Dedi Mulyadi Nilai Jokowi Jadi Inspirasi Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Diskusi panaspun terjadi disetiap perkumpulan-perkumpulan warga masyarakat, saling mengunggulkan jagoannya masing-masing. Siapa yang terbaik dari kedua pasangan calon presiden yang akan bertarung nanti pada tanggal 17 April.

Berbeda dengan pemilihan Legislatif (DPR, DPRD Prpinsi dan DPRD Kabupaten/kota), masyarakat cenderung tertutup membicarakan para calon legislatif. Kalaupun ada yang membicarakan secara terbuka, umumnya mereka memilih sosok figur caleg daripada partai politik pengusungnya.

Para pemilih milenial, pada umumnya di kabupaten purwakarta para pemilih milenial akan memilih siapa sosok caleg yang mereka kenal. Kebanyakan para pemilih milenial lebih mengenal sosok Dedi Mulyadi sebagai caleg dpr bila dibandingkan dengan caleg dpr lainnya.

“Saya kenalnya cuma kang Dedi Mulyadi,” ujar Dicki, siswa SMK Cibatu yang tahun ini merupakan pengalaman pertamanya dalam mencoblos.

Hal senada juga disampaikan Irfan salah seorang siswa SMK negri bahwa dirinya hanya mengenal sosok Dedi Mulyadi, sementara caleg-caleg lainnya kurang mengenal.

“Yang saya kenal kang Dedi, yang lainnya ga kenal,” singkat Irfan.

Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Caleg Perempuan Tak Hanya Berkutat Isu Gender

Selain di Purwakarta, para kaum milenial di wilayah Karawang dan Bekasi juga rata-rata mereka lebih mengenal sosok Dedi Mulyadi, sehingga bisa dipastikan sosok Ketua Golkar Jabar ini namanya sudah mengakar di pemilih pemula.

Selain para kaum milenial, Dedi Mulyadi juga memiliki basis masa yang militansi di semua pelosok pedesaan yang ada di Purwakarta, Karawang dan juga Bekasi.

Sehingga peluang besar Dedi Mulyadi melenggang ke senayan jauh lebih besar dan lebih mudah, bila dibandingkan dengan caleg-caleg dpr lainnya yang harus berdarah-darah membangun simpatik agar masyarakat memilihnya. [pojoksatu]

fokus berita : #Dedi Mulyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya