17 Februari 2019

Berita Golkar - Kesejahteraan masyarakat melalui pertanian harus dioptimalisasi. Dimulai dari pemetaan ekosistem lahan, infrastruktur, penyediaan pupuk dan sarana produksi pertanian yng murah, sampai dengan distribusi hasil pertanian yang baik dan penetapan harga gabah yang seimbang. Hal ini ditekankan Caleg Partai Golkar untuk Kalimantan Selatan Mirza Prameswari Saifuddin dalam dialog mendengarkan aspirasi masyarakat.

Namun kondisi yang terjadi saat ini di Batola, Kalimantan Selatan, pupuk dibatasi hanya satu karung sementara kebutuhan 3 sak. Bahkan sering kehabisan. Bahkan dari penyalur resminya kosong. "Juga untuk obat-obatan pertanian yang begitu mahal dan belum ada subsidi. Ongkos tani pun terasa memberatkan dan tidak seimbang dengan harga gabah yang tidak stabil, saat ini harga gabah antara Rp 45.000 sampai Rp 60.000." ujar Mirza.

Baca juga: KPPG Dorong Keterwakilan Caleg Perempuan Lolos Ke DPR Hingga 25 Persen

Ditambah dengan kondisi tanah yang bersifat asam, lanjut Mirza, membutukan kapur sebelum ditanam. "Sebagai contoh, untuk laham satu hektar membutuhkan kapur satu ton untuk mengurangi kadar asam dari tanah. Apabila tanah d biarkan asam, kualitas padi kurang baik. Bahkan bisa mengakibatkan gagal panen." kata pengurus pusat KPPG ini.

Dengan lahan pasang surut, lahan pertanian hanya bisa ditanami padi. Masa tanam mengikuti pasang surut lahan. Bisa digambarkan bulan desember sampai bulan maret puncak dalam. Bulan april sudah surut baru bisa mulai tanam. Proses semai sampai dua kali memecah bibit lalu tanam memakan waktu kurang lebih 4 bulan. Dan dalam jangka waktu tersebut masyarakat tidak mendapatkan pemasukan dari hasil pertaniannya.

Baca juga: Mirza Prameswari Ungkap Komitmen Golkar 30 Persen Afirmasi Perempuan Bukan DCT Tapi di Parlemen

Petani harus berpacu dengan waktu. Untuk mengantisipasi kekosongan masa tanam, petani kadang harus berpindah desa untuk mencari lahan dengan tanah tinggi. Sampai lahan di desa sendiri surut airnya. Kl tidak seperti itu, petani hanya mendapatkan penghasilan dari satu kali panen dalam setahun.

"Infrastruktur pertanian juga alat-alat pendukung pertanian di Kalimantan Selatan sudah sangat modern" Ujar Mirza. Namun untuk masalah pupuk, obat dan murahnya harga gabah ini semoga menjadi perhatian pemerintah. "Sektor pertanian haruslah menjadi prioritas Pemerintah karena menyangkut hajat hidup orang banyak" Tutup Mirza. [Kontributor Kalsel]

fokus berita : #Mirza Prameswari


Kategori Berita Golkar Lainnya