15 Februari 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono mengapresiasi ketersediaan 74 ribu ton pasokan beras di Gudang Beras Bulog (GBB) Pulo Brayan Darat, Sumatera Utara. Pasokan beras itu terbilang aman dan ia memastikan ketersediaan pasokan beras, sebagai pertanda tidak lagi ada impor beras ke dalam negeri. Seperti yang diketahui beras adalah pangan pokok utama dan volume konsumsinya di masyarakat terbesar dibanding bahan pangan lainnya.

“Usaha pemerintah dan masyarakat mendukung ketahanan pangan nasional semakin menghadapi tantangan seiring semakin luasnya perdagangan global dan perubahan cuaca. Sehingga, dalam pelaksanaan kebijakan pangan, Bulog harus tetap dilibatkan sebagai lembaga pangan nasional yang profesional dan memiliki sistem yang terintegrasi,” jelas Roem saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI dengan direksi Perum Bulog di GBB Pulo Brayan Darat, Medan, Sumut, Kamis, (14/2/2019).

Baca juga: Roem Kono Janji Revisi Regulasi Wilayah Akuatik dan Terestrial Yang Tumpang Tindih

Selanjutnya jelas Roem, pemerintah melalui Perum Bulog harus berperan aktif dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama beras bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah juga berperan aktif untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan pangan bagi golongan masyarakat kurang mampu.

“Mengingat pentingnya kecukupan pangan bagi masyarakat dunia, setiap negara akan mendahulukan pembangunan ketahanan pangan sebagai fondasi bagi sektor-sektor strategis lainnya. Upaya pemenuhan kebutuhan pangan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,” ungkap politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Baca juga: Roem Kono Minta Sumatera Barat Tingkatkan Ekspor Ikan Tuna

Dirinya menuturkan pangan adalah kebutuhan dasar manusia paling utama, karena itu pemenuhan pangan adalah bagian dari hak asasi individu dan kewajiban negara. Secara makro, pangan bukan lagi sekadar komoditas politik, tetapi harus menjadi instrumen ketahanan nasional. “Secara praktis, pemenuhan pangan sangat penting untuk ditempatkan sebagai komponen dasar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkas Roem.

fokus berita : #Roem Kono


Kategori Berita Golkar Lainnya