22 Februari 2019

Berita Golkar - Politikus Partai Golkar, Wirendra Tjakrawerdaya, mengajak para petani untuk lebih kreatif dalam memangkas biaya produksi. Dalam kunjungannya di dua desa di Cilacap, Jumat 22 Februari 2019, Wirendra membagi tips bagaimana membuat pupuk alami atau pupuk hayati tanpa merusak kesuburan tanah.

Berbekal bonggol pisang, caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah VIII itu memberi pelatihan dan penyuluhan di Desa Tritih Lor dan Desa Kalisabuk, Cilacap. Di hadapan para petani, Wirendra mempraktikkan cara membuat pupuk hayati majemuk dengan bahan-bahan murah dan ada di sekitar petani.

Baca Juga: Wirendra Tjakrawerdaja Beri Pelatihan Produksi Pupuk Hayati Untuk Petani di Wangon

Wirendra menggabungkan bahan-bahan seperti bonggol pisang, air bekas cucian beras serta sedikit gula merah. Bahan-bahan tersebut diproses dan difermentasikan selama 15 hari. Setelah itu beberapa jenis bakteri akan hidup dan berkembang biak di dalam tanah.

"Bakteri ini lah yang akan menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti NPK termasuk adanya bakteri pengurai dan bakteri penghasil zat perangsang tumbuh," kata Wirendra di hadapan para petani, seperti dikutip dari siaran persnya.

Menurutnya, dengan menggunakan pupuk hayati tersebut, petani dapat mengoptimalkan hasil panen. Selain memangkas biaya produksi, tanah subur dan beras lebih sehat jika dikonsumsi.

Baca Juga: Caleg Golkar Cilacap Ini Gelar Pengobatan Gratis Bagi Warga Sidamulya, Wanareja

Dijelaskan Wirendra, kondisi petani padi saat ini masih menggunakan dosis pupuk kimia dan pestisida yang salah kaprah. Banyak petani yang berpikir bahwa jika pupuk diberikan semakin banyak maka hasil panen akan semakin meningkat. Pemikiran tersebut disebutnya keliru. [viva]

fokus berita : #Wirendra Tjakrawerdaya


Kategori Berita Golkar Lainnya