22 Februari 2019

Berita Golkar - Pemerintah terus berupaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan. Seiring dengan itu, program Keluarga Berencana kembali digalakkan untuk mencapai tujuan keluarga bahagia dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut, ibu-ibu diharapkan menghindari empat (4) T.

“T yang pertama adalah terlalu muda melahirkan. Ini tentu disebabkan karena menikah pada usia muda,” ungkap anggota Komisi IX DPR RI, Syamsul Bachri, saat menjadi narasumber Sosialisasi Advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Kependudukan (KKBPK), di Kelurahan Otting, Kecamatan Tellusiattingnge, Kabupaten Bone,Jumat, (22/2).

Baca Juga: Syamsul Bachri Apresiasi Hubungan Baik Manajemen PTPN XIII Dengan Serikat Pekerja

Karena itu, Syamsul Bachri menyarankan orang tua yang hadir untuk tidak buru-buru menikahkan anaknya. “Biarkan dulu sekolah, setelah tamat cari kerja. Nanti setelah bekerja, setelah matang, baru mulai merencanakan berkeluarga,” kata .

Berikutnya, lanjut politikus Partai Golkar ini yakni T yang kedua, adalah terlalu banyak anak. Dikatakan, terlalu banyak anak, jika tidak didukung kemampuan ekonomi yang memadai, bisa membuat anak tidak terurus. Makanannya kurang bergizi, sehingga gampang sakit-sakitan. Belum lagi sekolahnya, pakaiannya, sehingga disarankan kepada orang tua agar menghindari terlalu banyak anak.

“Sedikit anak, tetapi terurus dengan baik, gizinya terjamin, kesehatannya baik, sehingga cerdas dan bisa bersekolah sampai sarjana tentu akan lebih baik dibanding banyak anak tetapi tidak terurus dengan baik,” katanya.

Baca Juga: Syamsul Bachri Dukung Riset Pengembangan Tanaman Obat Tradisional

Yang ketiga, T adalah terlalu sering atau terlalu rapat jarak kelahirannya. Ini juga perlu dihindari agar tidak membayakan ibu. Kemudian T yang terakhir adalah terlalu tua melahirkan.

“4 T dalam keluarga berencana ini hendaknya menjadi perhatian dan sebisa mungkin dihindari,” kata legislator asal Sulsel ini. Lurah Otting, Syahid, SE, mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi menghadirkan narasumber yang kompeten.

“Ada Pak Syamsul Bachri membawa program dan datang bertemu masyarakat untuk melihat langsung kondisi masyarakat di pelosok negeri,” katanya. Pelaksana Tugas Sekretaris BKKBN Sulsel, Amirullah Hamzah banyak menjelaskan soal teknis ber-KB. Termasuk soal alat kontasepsi dan pentingnya merencanakan keluarga. Ia juga menjelaskan soal fungsi keluarga. [gatra]

fokus berita : #Syamsul Bachri


Kategori Berita Golkar Lainnya