22 Februari 2019

Berita Golkar - Kursi Walikota Cilegon definitif saat ini sudah terisi. Itu setelah Edi Ariadi resmi dilantik Gubernur Banten Wahidin Halim menggantikan Tb Iman Ariyadi pada Rabu (20/2/2019) lalu. Edi pun kini menjadi orang nomor satu di Kota Industri.

Dalam menjalani roda pemerintahan, Edi sementara ini masih sendirian. Sebab, belum ada Wakil Walikota yang mendampinginya dalam mengemban tugas pemerintahan. Pasalnya, pendamping Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilegon itu bakal dibahas paling lama tujuh bulan ke depan atau Juli 2019.

Baca Juga: Ati Marliati Pertanyakan Lambatnya Pengangkatan Edi Ariadi Jadi Walikota Cilegon Definitif

Dalam perebutan kursi Wakil Walikota sebenarnya mulai panas sejak beberapa bulan lalu pasca Tb Iman Ariyadi ditetapkan menjadi terdakwa atas kasus dugaan suap Transmart Cilegon. Iman divonis 6 tahun penjara.

Setidaknya ada empat sosok yang muncul ke permukaan yang menyatakan diri siap mendampingi Edi Ariadi dari berbagai Partai Politik (Parpol). Parpol yang sudah memunculkan sosok calon wakil walikota antara lain Golkar yang mengusung Ati Marliati, PDIP mengusung Reno Yanuar, PPP yang memunculkan nama Sihabudin Syibli, dan NasDem yang memunculkan nama Erick Rebiin.

Begitu juga dengan PKS yang dikabarkan mengusulkan lebih dari dua kader untuk menjadi Wakil Walikota Cilegon ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten. Namun hingga kini belum diketahui siapa saja nama sosok dimaksud.

Namun demikian dari sekitar empat sosok yang dimunculkan menjadi Calon Wakil Walikota Cilegon hanya baru dua yang sudah mendapatkan Surat Keputusan Partai yakni Ati Marliati dari Partai Golkar dan Reno Yanuar dari PDIP. Sementara lainnya masih sebatas rumor.

Baca Juga: Golkar Cilegon Tak Kaget Partai Koalisi Ramai-Ramai Calonkan Wakil Walikota Sendiri

Siapa yang beruntung mendampingi Edi Ariadi dalam mengarungi pemerintahan di Cilegon? Edi Ariadi pun punya kreteria sendiri.

Menurut Edi, sosok yang pantas untuk menjadi pendampingnya di tampuk jabatan birokrasi itu adalah pribadi yang sudah siap pakai untuk menjadi tandemnya dalam menjalankan program pemerintahan.

“Yang pasti yang ready for use, artinya yang siap pakai. Tapi buat saya sebetulnya siapa pun oke, karena toh kebijakan ada di saya. Jadi tidak boleh ada dobel kebijakan, kalau kata orang tuh ada matahari kembar,” ujar Edi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/2/2019) lalu.

Edi menolak merinci sosok yang dimaksud, namun ia mengaku tidak ingin sepenuhnya menjadi penentu dalam pemilihan Wakil Walikota yang proses dan tahapannya akan dilalui di parlemen. Sosok yang menjadi Wakil Walikota menurutnya harus memahami betul tugas pokok dan fungsinya seperti yang diamanatkan oleh Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Yang terpenting adalah, apakah dia mumpuni ga untuk dipilih oleh masyarakat, oleh partai dan sebagainya termasuk partai koalisi mempersilakan ga?. Jadi kan banyak yang harus menilai (figur calon Wakil Walikota). Tapi kembali lagi, sosok wakil itu adalah membantu kepala daerah, lihat Undang-Undangnya. Wakil itu hanya pengawasan pembangunan, hanya mengevaluasi SDM dan sebagainya,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman Umar menyatakan bahwa pihaknya segera menggelar rapat pimpinan DPRD mulai dari fraksi hingga alat kelengkapan dewan.

“Paling lambat kita akan rapat Senin pekan depan. Kita ajak bicara semua fraksi dan alat kelengkapan dewan soal itu (wakil walikota-red),” ujar Fakih, Kamis (21/2/2019).

Dikatakan Fakih, saat ini masih ada waktu sekitar tujuh bulan untuk menentukan siapa calon Wakil Walikota Cilegon yang akan mendampingi Edi Ariadi.

“Batas waktunya kan Juli 2019, sekarang masih Februari, masih ada waktu tujuh bulan lagi. Kalau lewat dari Juli, baru tidak boleh ada wakil. Kalau sekarang masih ada kesempatan,” paparnya. Namun demikian, kata dia, mengenai wakil walikota perlu dibicarakan dengan semua fraksi. Dimana pengusungan Edi Ariadi bersama Tb Iman Ariyadi pada 2014 lalu melalui koalisi penuh.

Baca Juga: Iman Ariyadi Resmi Diberhentikan Dari Jabatan Walikota Cilegon

“Kita perlu rembukan dengan semua fraksi dan alat kelengkapan dewan, kan perpanjangan partai politik di DPRD Cilegon itu fraksi. Jadi kita akan musyawarah dulu, tentunya suara partai politik kan melalui fraksi, kita sampaikan ke fraksi dulu, nanti fraksi rapat dengan pimpinan parpolnya,” paparnya.

Dia berharap wakil walikota yang mendampingi Edi Ariadi bisa bekerja dengan baik demi kemaslahatan masyarakat Kota Cilegon. [bantennews]

fokus berita : #Edi Ariadi


Kategori Berita Golkar Lainnya