24 Februari 2019

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak kaum perempuan alias emak-emak berpartisipasi aktif dalam Pemilu serentak 17 April mendatang.

Sebagai tiang dari demokrasi, kata politisi senior Partai Golkar tersebut, keberadaanpemilih perempuan tidak bisa disepelekan. Dari 192 juta masyarakat Indonesia yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), 96 juta diantaranya adalah kaum perempuan.

Dengan adanya partisipasi perempuan dalam memberikan hak pilihnya, masa depan demokrasi Indonesia bakal terjaga dengan baik. Kehadiran perempuan akan membuat pemimpin maupun pemangku kebijakan senantiasa waspada dalam menjalankan amanah yang diberikan.

Baca Juga: Bambang Soesatyo Serahkan Puluhan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian Untuk Petani Kebumen

“Jika pemimpin maupun pemangku kebijakan salah langkah, ada kaum perempuan yang siap menghadangnya,” ujar politisi senior Partai Golkar ini usai melantik ribuan kader dan saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Tim Pemenangan Bambang Soesatyo Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (24/2).

Dari pagi hingga sore, laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini berkeliling melantik ribuan kader dan saksi TPS Tim Pemenangan Bamsoet pada tiga kecamatan Buayan, Rowokele dan Ayah. Pelantikan ini merupakan putaran hari ketujuh, sebelumnya Bamsoet melantik puluhan ribu kader dan saksi TPS Tim Pemenangan Bamsoet di Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga.

Menyadari besarnya potensi pemilih perempuan, Bamsoet meminta para caleg mengedepankan program-program pro kaum perempuan misalnya menyentuh hati perempuan dengan ekonomi kerakyatan, tersedianya akses pendidikan serta terjaminnya kesehatan.

Ketiga hal ini yang bisa menarik perempuan memberikan hak pilihnya di Pemilu 2019. “Golkar mendukung program kerakyatan Jokowi yang dirasakan manfaatnya kaum perempuan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH).”

Contoh, AS sebagai negara kiblat demokrasi, hak pilih perempuan baru diberikan saat ulangtahun kemerdekaan ke-144 yakni 1920. Sedangkan di Indonesia, hak perempuan untuk dipilih dan memilih sudah diberikan sejak usia 10 tahun kemerdekaan, yaitu di Pemilu 1955.

“Hak dipilih dan memilih ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh perempuan. Dengan pemilih sangat besar, perempuan bisa merubah bandul politik ke arah yang lebih baik atau bahkan sebaliknya. Karena itu, pilihlah caleg yang mumpuni, sesuai penilaian nurani,” tandas dia.

Ditegaskan, pemerintah bersama DPR RI selalu meningkatkan anggaran pelaksanaan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan, pendidikan serta insentif buat keluarga tidak mampu.

Baca Juga: Bambang Soesatyo Minta Pemerintah Segera Bebaskan 2 WNI Yang Disandera Abu Sayyaf

Tiga tahun lalumencapai Rp 150,8 triliun, meningkat menjadi Rp 158,4 triliun di tahun 2017, dan meningkat lagi di tahun 2018 menjadi Rp 161,9 triliun. Tak saja memperhatikan sektor keluarga, perbaikan kualitas kesehatan ibu dan anak juga mendapat perhatian penting. Tingkat kematian ibu melahirkan berhasil diturunkan.

“Tingkat kematian bayi berhasil turun. Bayi penerima cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) berhasil naik dari 86,54 persen di tahun 2015 menjadi 92,04 persen di tahun 2017,” demikian Bambang Soesetyo. [beritalima]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya