26 Februari 2019

Berita Golkar - Pilpres kali ini pertarungan Jokowi dan Sandiaga Uno. Fakta real saat ini di lapangan yang menjadi ikon dari kedua kubu, pertarungan pilpres ini seakan hanya diramaikan oleh gerakan Sandiaga Uno di paslon 02 dan di paslon 01 hanya sosok Jokowi selaku petahana. Bukan mengabaikan pasangannya masing masing, tetapi inilah fakta saat ini yang berkembang. Seandainya Prabowo tidak berpasangan dengan Sandiago, mungkin saja pertarungan tidak seramai ini.

Pertarungan dua pasangan ini seakan pertarungan yang sangat menarik bagi Jokowi dan Sandiago, dimana Jokowi selaku petahana memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh pasangan 0. Sebagai petahana, Jokowi bisa dibilang telah unggul dari segi popularitas, selaku presiden saat ini tetapi masih belum aman untuk jadi pemenang di 17 april 2019 nanti.

Langkah kampaye Jokowi blusukan ke pasar-pasar menjadi pertanda segmen masyarakat bawah akan disolidkan oleh paslon 01. Begitu juga paslon 02 yang dimotori Sandiago Uno malakukan blusukan ke pasar-pasar untuk mencari input ketimpangan harga-harga yang menurut paslon 02 harga tidak stabil dan cenderung memberatkan pedagang dan konsumen, soal kesejahteraan ekonomi yang lagi didengungkan oleh Sandiaga uno

Fenomena kedua kubu ini seakan saling berebutan suara yang notabene kaum perempuan yang menggunakan jasa pasar, atau kalau istilah sekarang dengan nama emak-emak, tidak heran segmen emak- emak yang sama-sama diperebutkan oleh kubu Jokowi maruf dan kubu Prabowo sandi.

Tidak hanya dikelompok emak-emak, perebutan hati pemilih Jokowi dan sandiago uno di kelompok milenial, dua kubu saling berebut untuk mendapatkan simpati atau dukungan kaum milenial dengan menonjolkan beberapa karakteriatik kegiatan yang mengarah pada kelompok milenial, kedua kubu berbalas simbol minenial, jokowi atau sandi yang akang dipilih oleh kaum milenial, yang pasti kaum milenial memiliki karakteristik yang jauh lebih labil soal pilihan tetapi mereka akan bersikap lebih jujur dan apa adanya.

Pertarungan disisa waktu kampaye ini dan ada 2 debat lagi masih memunculkan ke was- wasan bagi inkamben dan menambah semangat bagi penantang untuk saling mengalahkan disisa waktu kampaye ini, kalau dilihat dari pergerakanya kedua kubu akan saling mengalahkan, pertarunganya mereka harus saling cepat mengunci keberpihakan masyarakat yang telah tetap memilih untuk tetap solid dan memenangkan kandidatnya,

Kita menungu 17 april apa kita dapat presiden baru atau presiden Jokowi memimpin kedua kalinya,tentu semua kita berharap pesta demokrasi ini berjalan lancar, siapapun pemenangnya akan membawa indonesia lebih baik lagi.

Salam kesejahteraan,
Politik yes, Ekonomi yes, Negara sejahtera.

Deni Yusup, Peneliti Nusantara Riset dan Fungsionaris Partai Golkar

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya