26 Februari 2019

Berita Golkar - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla menegaskan kabar tak ada azan dan pernikahan sesama jenis dilegalkan apabila Jokowi kembali terpilih menjadi presiden adalah hoaks. Menurut Jusuf Kalla, hoaks tersebut perlu diluruskan.

"Ya namanya saja hoaks. Itu kan tidak mungkin lah itu," kata Jusuf Kalla di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (26/2).

Baca Juga: Jusuf Kalla Nilai 3 Kartu Sakti Baru Jokowi Bakal Naikkan Anggaran Bansos

Jusuf Kalla memastikan kabar tersebut tidak benar. Sebab, calon wakil presiden yang digandeng Jokowi adalah seorang Raais Aam PBNU Ma'ruf Amin.

"Apalagi kan wakilnya Pak Ma'ruf Amin Ketua MUI. Bagaimana bisa jadi Ketua MUI melarang azan. Di mana logikanya," kata Jusuf Kalla.

Seperti diketahui, beredar video di media sosial ibu-ibu menyebarkan kabar tak akan ada lagi azan sampai legalnya pernikahan sesama jenis jika Jokowi kembali terpilih menjadi presiden. Polisi bergerak cepat dan menangkap tiga ibu-ibu terkait video tersebut di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga: Jusuf Kalla Ajak Rakyat Pilih Pemimpin Yang Tidak Otoriter dan Nepotisme

Ketiganya telah ditetapkan Polda Jabar sebagai tersangka dalam dugaan kasus kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf. Ketiga tersangka kampanye hitam tersebut berinisial ES (49), IP (45), dan CW (44).

Adapun para tersangka terjerat perbuatan melawan UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman 6 tahun penjara dan juga Pasal 14 ayat 2 UU KUHP terkait penyebaran berita bohong dengan ancaman 3 tahun bui. Namun untuk proses tindak selanjutnya ini, akan diproses di Polres Karawang serta dibantu Polda Jabar. [merdeka]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya