01 Maret 2019

Berita Golkar - Sekretaris DPD Golkar jeneponto Suharto Rahman melaporkan seorang kontraktor bernama Indrajid Iskandar. Suharto yang juga merupakan seorang kontraktor itu merasa dirugikan hingga Rp 240 juta oleh Indrajid Iskandar.

"Dari 2016 Indrajid ini janji kami proyek pengairan yang kemudian dia minta uang muka Rp 240 juta," katanya.

"Karena kami sama-sama kontraktor saya beri uang segitu lalu kemudian setelah kita beri uang muka, proyeknya tak kunjung ada. Kita sudah tagi Indrajid hanya berjanji terus," tandasnya.

Baca Juga: Elektabilitas Jokowi di Jeneponto Hanya 18 Persen, Iksan Iskandar Tetap Optimis

"Tentu saya sudah capek bersabar yang saya terus di janji dari 2016 hingga sekarang sehingga saya ambil jalur hukum," jelasnya. Suharto mengaku dijanjikan proyek pengairan di sepuluh titik di Jeneponto dengan anggaran 2 milyar.

Menurut Sekretaris partai Golkar itu dirinya sudah melakukan langkah persuasif untuk menyelesaikan masalah ini.

"Sebelum saya melapor kan ada dulu aduan saya sudah melakukannya tapi tidak ada niat baik oleh Indramajid sehingga saya laporkan secara resmi," tutupnya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman mengaku telah menerima laporan dan dalam tahap pemeriksaan.

"Ya sudah melapor tanggal (25/2/2019) lalu," kata Boby melalui pesan whatsappnya. "Minggu depan baru kita panggil untuk pemeriksaan," tandasnya.

Diketahui Indrajid Iskandar merupakan adik dari bupati Jeneponto Iksan Iskandar. [tribunnews]

fokus berita : #Suharto Rahman


Kategori Berita Golkar Lainnya