04 Maret 2019

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak semua pihak untuk menjadikan pemilu 2019 sebagai momentum kejayaan bangsa. Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut menyarankan kepada semua pihak untuk biasa-biasa saja dalam mendukung capres-cawapres pilihannya masing-masing di tahun politik ini.

Bamsoet mengibaratkan kecintaan terhadap capres pilihan dengan kalimat Ali Bin Abi Thalib RA yang dikutip oleh tokoh Muhammdiyah Prof Dr Din Syamsuddin. Kalimat tersebut berbunyi, 'cintailah kekasihmu, sedang-sedang saja karena boleh jadi suatu saat, engkau akan membencinya.'

Baca Juga: Bambang Soesatyo Minta Korban Gempa Solok Selatan Segera Dibuatkan Dapur Umum

"Atau, kalau kita kaitkan dengan kondisi kekinian, cintailah paslon presiden-wakil presiden pilihanmu sedang-sedang saja karena boleh jadi suatu waktu, engkau akan membencinya," kata Bamsoet yang disambut tepuk tangan anggota DPR lainnya ketika membacakan pidatonya di pembukaan masa persidangan IV Tahun Sidang 2018-2019, Senin (4/3)

Sebaliknya, ia menambahkan, Bamsoet mengimbau kepada semua pihak untuk tidak membenci dan memusuhi lawan politiknya. Sebab, ia mengatakan, bisa saja orang yang saat ini dianggap lawan politik akan menjadi seseorang yang dipuja-puja. "Jadi kalau kita benci, bencilah sedang-sedang saja sebab suatu saat kau akan memuji setinggi langit, dan itu sudah banyak contohnya," ungkapnya.

Politikus Partai Golkar tersebut juga mengajak masyarakat untuk menjauhkan perpecahan dan permusuhan di tengah masyarakat. Pemilu harus dijadikan sebagai persaingan ide dan gagasan, adu visi dan program, dan bukan caci maki. "Ideologi Pancasila dan NKRI adalah harga mati yang harus kita pertahankan dan kita bela sampai titik darah penghabisan. Sekali lagi, Demokrasi adalah adu visi bukan caci maki," imbaunya.

Baca Juga: Bambang Soesatyo Ungkap Generasi Milenial Jadi Target Perang Proxy

Selain itu, Bamsoet juga meminta semua pihak berkomitmen dan memastikan stabilitas politik dan keamanan akan selalu terjaga, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan pemungutan serta perhitungan suara. Ia berharap jangan sampai pesta demokrasi memunculkan kericuhan.

"Tidak akan ada perang total, perang badar atau perang apa pun apalagi sampai chaos, karena mayoritas elemen warga bangsa tidak ingin negara terperangkap dalam suasana tidak kondusif hanya karena pemilihan umum," kata dia. [republika]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya