04 Maret 2019

Berita Golkar - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Serang mengaku telah menyiapkan anggaran untuk insentif seluruh guru yang ada dilingkungan pemerintah daerah. Hasil hitungan daerah yang dikomandoi Ratu Tatu Chasanah ini menyiapkan anggaran hingga Rp. 50 Miliar.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan para guru hingga ke tingkat honorer. Bahkan saat ini, guru dari berbagai kategori di Kabupaten Serang sudah mendapat insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Banten Silaturahmi Dengan Para Kader di Teluk Naga

“Kesejahteraan guru harus terus kita perjuangan, terutama guru honorer,”kata Tatu dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits, Senin, 4 Maret 2019.

Tatu membeberkan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp. 50 miliar tersebut dibagi kedalam beberapa kategori mulai dari insentif untuk 2.821 guru PAUD dengan total anggaran Rp 5,07 miliar, insentif dua guru TKK dengan total anggaran Rp 57,6 juta, insentif 5 GBS dengan total anggaran Rp 96 juta, insentif 152 K-2 non guru dengan total anggaran Rp 820,8 juta, insentif 691 K-2 guru SD dengan total anggaran Rp 5,8 miliar, dan 121 K-2 guru SMP dengan total anggaran Rp 1,01 miliar.

Kemudian insentif 705 operator SD dengan total anggaran Rp 2,53 miliar, insentif 92 operator SMP dengan total anggaran Rp 331,2 juta, dan insentif 2.517 guru SD dan SMP non K-2 dengan total anggaran Rp 12,08 miliar.

Tidak hanya itu, untuk guru keagamaan, ada insentif untuk 8.629 guru ngaji dengan total anggaran Rp 8,62 miliar, insentif 1.165 guru TPQ dengan total anggaran Rp1,16 miliar, dan insentif 6.190 guru MDA dengan total anggaran Rp 9,68 miliar.

“Semua kategori dapat insentif,”ucapnya. Menurut Tatu, perhatian Pemkab Serang terhadap para guru memang belum maksimal. Apalagi, anggaran Pemkab Serang paling besar untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Baca Juga: Di Bawah Ratu Tatu Chasanah, Kabupaten Serang Kembali Raih SAKIP Award

“Jalan sepanjang 601,3 kilometer kami targetkan dibeton, dengan anggaran per tahun Rp 300 miliar. Selanjutnya bertahap kami akan bantu pemerintah desan dengan total 1.000 kilometer jalan desa,”ujarnya.

Jika pembangunan infrastruktur tuntas, maka anggaran selanjutnya bisa teralokasi untuk program pendidikan, salah satunya kesejahteraan guru. “Ratusan ruang kelas juga kami perbaiki setiap tahun. Intinya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia, program pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur akan terus kami prioritaskan,”ujarnya. [bantenhits]

fokus berita : #Ratu Tatu Chasanah


Kategori Berita Golkar Lainnya