04 Maret 2019

Berita Golkar - Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Ir Konggo Tjintalong Tjondro mengapresiasi dengan langkah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar.

“Limbah plastik merupakan sampah atau limbah yang sangat sulit terurai meski dalam waktu lama. Langkah ini harus kita dukung. Tidak hanya plastik berbayar tapi juga perlu sosialisasi yang terus menerus kepada masyarakat akan bahayanya sampah plastik terhadap kerusakan lingkungan. Kalau perlu harganya dinaikkan sampai Rp 2 ribu per plastik supaya masyarakat merasa terbeban,” katanya, Senin (4/3/2019).

Baca Juga: Insiden Dugaan Ekor Tikus di Pentol Kuah, Ini Reaksi Legislator Golkar Sanggau

Namun, lanjut Politisi Partai Golkar Sanggau itu, yang paling penting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya sampah plastik. dan bagaimana masyarakat mengubah gaya berbelanja dengan membawa tas belanja dari rumah menuju ke pasar.

Disinggung, Apakah harga Rp 200 per plastik yang dikenakan pihak toko ritel akan membebani konsumen. Konggo menjelaskan, tidak terbebani, karena dengan menaikkan plastik berbayar dengan sendirinya kita memaksakan mereka membawa tas belanja dari rumah. “Plastik bagaimana pun tetap menjadi limbah yang sulit terurai,” ujarnya.

Baca Juga: Golkar Sanggau Optimis Tambah Satu-Dua Kursi DPRD

Untuk itulah, Konggo berharap agar para konsumen terutama ibu rumah tangga dapat membawa tas untuk menyimpan belanjaan mereka. “Kalau melihat ke Tahun 70-an, dimana belum ada kantong plastik, para Ibu-ibu bawa tas belanja dari rumah. Pada intinya adalah kesadaran dari masyarakat akan bahaya sampah plastik terhadap kerusakan lingkungan,” pungkasnya. [tribunnews]

fokus berita : #Konggo Tjintalong


Kategori Berita Golkar Lainnya