26 Februari 2019

Berita Golkar - Ali Wongso Halomoan Sinaga, memberikan tali asih kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Selasa (26/2/2019). Ali Wongso Sinaga, mengungkapkan, apa yang diberikan jangan dilihat besar kecilnya, tapi dari niat dan ketulusan meringankan sebagian beban yang dirasakan masyarakat akibat korban banjir.

“Kami merasakan bagaimana prihatinnya masyarakat dengan peristiwa bencana alam banjir bandang ini. Kiranya para korban selalu berserah dan berpengharapan kepada Tuhan,” ungkapnya. Lebih lanjut, caleg Partai Golkar Dapil Sumut 3 nomor urut 5, menyatakan, peristiwa bencana alam banjir bandang tersebut harus menjadi pembelajaran. Ke depan kita harus menjaga dan melindungi hutan.

Baca juga: Tips Hemat Biaya Tanam Padi Ala Ali Wongso Sinaga Untuk Masyarakat Gunung Mariah

“Hutan lindung harusnya dilindungi. Bukan malah ditebangi. Kita harapkan pemerintah dan aparat penegak hukum menyikapi perambahan hutan ilegal. Memelihara hutan adalah memelihara generasi anak cucu kita,” ungkapnya. Plt Kades Bongkaras, Episaorna Siahaan, berterima kasih kepada Ali Wongso Sinaga yang memberikan tali asih dan sembako kepada keluarga korban terdampak banjir bandang.

Dampak dari banjir bandang yang terjadi 18 Desember 2018 lalu, lahan pertanian tidak bisa dikelola karena sudah tertimbun batu dan pohon-pohon besar. Kolam ikan mas hancur. Ikan mas Bongkaras yang sudah sangat terkenal tinggal kenangan. Jala pertanian hancur.

Baca juga: Berkat Ali Wongso Sinaga, Warga Dolok Panribuan Bisa Nikmati Air Bersih dan Jalan Cor Beton

“Pemerintah desa sudah membuat proposal kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah pusat untuk perbaikan irigasi, bendungan dan jalan pertanian yang sudah hancur akibat banjir bandang tersebut. Tapi, sampai sekarang belum ada respon. Lahan pertanian masyarakat sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan,” katanya.

Lanjut Plt Kades, yang terdampak akibat banjir bandang tersebut sebanyak 175 kepala keluarga. Enam orang diantaranya meninggal dunia. Termasuk sepasang suami istri yang meninggal dunia. Namun, sampai saat ini jasad suaminya belum ditemukan.

Baca juga: Ali Wongso Sinaga Pastikan SOKSI Dukung Penuh Duet Jokowi-Ma'ruf Amin

“Dampak dari banjir bandang itu ada dua orang anak yang menjadi yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal dunia. Kedua anak itu masih duduk dibangku sekolah dasar. Harapan kita pemerintah menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang, secara khusus kepada kedua orang anak yang yatim piatu,” pungkasnya. [kontributor Sumut]

fokus berita : #Ali Wongso Sinaga


Kategori Berita Golkar Lainnya