06 Maret 2019

Berita Golkar - Caleg Golkar Balikpapan, Wahyullah, mengusulkan agar Pemprov Kaltim bisa membuat gerakan mengembalikan warisan leluhur bangsa. Salah satunya gerakan masyarakat matikan televisi saat Maghrib sampai Isya untuk mengaji.

"Dulu tiap Maghrib kan selalu dimanfaatkan untuk mengaji. Ini salah satu warisan leluhur bangsa. Kita patut menjaganya," ujar Wahyullah, yang biasa disapa Mas Wahyu. Apalagi, lanjutnya, di tengah degradasi moral anak-anak bangsa saat ini. Karena itu, ia mengusulkan, "Agar Pemprov bisa membuat gerakan matikan tv, Maghrib mengaji," saran Mas Wahyu, Rabu, 6/3/2019.

Menurutnya, gerakan ini telah dilakukan sejumlah daerah. Program dari Kementerian Agama RI ini digagas pada tahun 2011, pernah kembali digaungkan Kakanwil Kemenag Sulteng, Drs. H. Mohsen. Lalu, tahun 2015 disusul Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menerapkannya. Kemudian tahun 2016 giliran Kabupaten Demak.

Baca Juga: Hetifah Harap Ekosistem Ekonomi Kreatif Balikpapan Terus Berkembang

Pemkab Demak telah mencanangkan gerakan matikan Tv saat Maghrib, tahun 2016. Bahkan melalui Surat Edaran Bupati Demak nomor: 451/0922/2016 tentang Gerakan Maghrib, Matikan Tv, Ayo Mengaji.

Tahun yang sama, mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek juga mendukung gerakan ini. "Tapi sekarang tidak terasa. Karena itu perlu digencarkan lagi di seluruh daerah di Kaltim," ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, Ibu Kota Jakarta saja mulai gencar-gencarnya. "DKI Jakarta melalui Wagub Sandiaga Uno kala itu memulainya tahun 2017 yang diikuti seluruh daerah di Jakarta. Kemudian tahun 2018 giliran Gubernur Jabar Ridwan Kamil," ujarnya.

Bahkan, sambung Mas Wahyu, "Ridwan Kamil menggandeng 27 kepala daerah di Jawa Barat untuk menggencarkan gerakan Maghrib Mengaji yang saat itu diluncurkan di Kota Sukabumi." Ia pun mengingatkan, fenomena kenakalan remaja seperti seks bebas, narkoba, aborsi, siswa melawan guru karena kedekatan dengan agama yang semakin berkurang.

"Termasuk fenomena prostitusi online yang melibatkan pelajar di Balikpapan. Ini pukulan bagi kita semua," ingat Mas Wahyu.

Karena itu, imbuhnya, Pemprov Kaltim atau minimal Pemkot Balikpapan perlu mencoba menerapkan gerakan ini. "Agar warga Kaltim khususnya Balikpapan bisa ikut meramaikan Gerakan Magrib Mengaji," saran Mas Wahyu.

Ia menilai ketika gerakan ini didukung pemerintah, dilakukan secara masiff maka aktivitas menonton TV pada saat waktu maghrib akan terhenti dengan sendirinya.

"Intinya anak-anak akan dibiasakan untuk mengaji seperti yang dibiasakan pada waktu dahulu," ujarnya. Menurutnya, gerakan matikan tv pada waktu Maghrib sampai Isya, bertujuan agar masyarakat tidak lalai dan dapat mengisi waktu dengan kegiatan beribadah.

Baca Juga: Golkar Balikpapan Optimis Raih 16 Kursi DPRD di Pemilu 2019

"Sekaligus tidak menghabiskan waktu sia-sia dengan menonton acara televisi," ingatnya.

"Pak Gubernur Kaltim, Pak Walikota Balikpapan, langkah awal tolong gencarkan lagi habis Maghrib ajak masyarakat untuk minimal 15 menit matikan TV, ajak anak-anak mengaji." Ia menambahkan, "Kalau bisa dibuat surat resmi untuk Maghrib mengaji serempak di masjid-masjid sekaligus memakmurkan masjid dan mengakrabkan anak-anak dengan masjid," saran Mas Wahyu. [klikbalikpapan]

fokus berita : #Wahyullah


Kategori Berita Golkar Lainnya