06 Maret 2019

Berita Golkar - Tren peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Aceh setiap tahun terus meningkat. Untuk itu, Aceh harus memiliki panti rehabilitasi pecandu narkoba yang representatif.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, H Firmandez, Rabu, 6 Maret 2019. Menurut H Firmandez, sekarang lebih 60 persen narapidana (napi) di berbagai lembaga permasyarakatan (Lapas) merupakan pecandu narkoba. Di sisi lain, meningkatnya jumlah napi tersebut juga menyebabkan penjara di Aceh mengalami over kapasitas. Kelebihan penghuni Lapas di Aceh mencapai 65 persen.

Baca Juga: Firmandez Minta Generasi Muda Aceh Tamiang Tidak Apatis Terhadap Politik

“Ini sudah sangat mendesak, Aceh harus punya panti rehabilitasi pecandu narkoba. Mereka harus disembuhkan dari ketergantungan. Persoalan ini sudah sering saya sampaikan kepada Pemerintah Aceh dalam beberapa kali pertemuan dengan Tim Pemantau Otonomi Khusus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogyakarta, baik pada masa Gubernur Zaini Abdullah maupun Irwandi Yusuf,” jelas H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, ada 73.201 orang pecandu narkoba di Aceh. Namun, selama tahun 2017-2018 baru 916 pecandu narkoba yang direhabilitasi. Artinya, jika mengacu pada data jumlah pecandu narkoba di Aceh yang dilansir BNNP Aceh, ada sekitar 72.285 orang pecandu narkoba di Aceh yang belum direhabilitasi.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini menambahkan, dirinya sangat khawatir dengan peredaran narkoba di Aceh, selama ini Aceh bukan hanya dikenal sebagai produsen ganja, tapi juga pasar narkotika jenis sabu-sabu. Malah lebih 60 persen napi di berbagai penjara di Aceh merupakan napi terkait kasus narkoba.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi ini, generasi muda kita dirusak oleh narkoba. Kita minta semua pihak untuk peduli dan sama-sama memberantas peredaran gelap narkoba dan zat adiktif lainnya di Aceh,” himbaunya.

Baca Juga: Firmandez Siap Terus Perjuangkan Aspirasi Rakyat Aceh

H Firmandez menambahkan, keberadaan panti rehabilitasi narkoba di Aceh sangat penting untuk mengobati para pecandu. Karena jika selama ini para pecandu narkoba direhabilitasi di luar Aceh, jumlahnya sangat terbatas.

“Seandainya kita punya panti rehabilitasi sendiri, upaya penyembuhan para pecandu narkoba ini akan lebih maksimal. Kalau terus direhabilitasi di luar daerah tentu sangat terbatas, karena daerah lain juga mengalami persoalan yang sama dengan kita,” pungkas H Firmandez. [teropongaceh]

fokus berita : #Firmandez


Kategori Berita Golkar Lainnya