08 Maret 2019

Berita Golkar - Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya turun tangan terkait ribut-ribut reorganisasi di tubuh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). JK memanggil Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko.

"Ini adalah pertemuan melakukan sinkronisasi antara pegawai-pegawai yang ada di LIPI, tentang terjadinya reorganisasi," kata Nasir usai bertemu JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019. Menurut Nasir, reorganisasi hal wajar dalam suatu lembaga. Dalam reorganisasi itu, tak ada pegawai yang dipecat. "Intinya tidak ada pemberhentian pegawai, baik pegawai yang di PNS atau pegawai non PNS," tegas dia.

Baca Juga: Kritisi Kartu Pra Kerja, Firman Soebagyo Nilai Jusuf Kalla Kritis dan Rasional

Nasir menambahkan reorganisasi dilakukan untuk mencari jalan keluar agar LIPI menjadi lembaga yang lebih baik ke depan. Sehingga, LIPI bisa mencapai targetnya pada masa-masa mendatang. Nasir menjelaskan publik harus mengetahui kondisi di LIPI. Dengan begitu, masalah yang ada saat ini tak mengecilkan nama LIPI.

"LIPI adalah lembaga yang sangat besar untuk masa depan Indonesia," ucap dia. JK, kata Nasir, menyarankan agar sinkronisasi antara pegawai-pegawai berjalan dengan baik. Sehingga, target yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh struktur organisasi yang baru.

Reorganisasi tersebut sudah dihentikan sementara. Dia akan kembali merombak struktur tersebut bila gagal mencapai target awal dari LIPI. "Walaupun sudah jalan, tetapi kita akan lihat target capaiannya. Nanti seperti apa target capaiannya, kalau melihat pada struktur yang ada," kata dia.

Dia mengimbau kepada para pegawai LIPI untuk tak khawatir terhadap reorganisasi itu. Pasalnya, tak akan ada pegawai yang 'dirumahkan' akibat pergeseran struktur tersebut.

Baca Juga: Jusuf Kalla Dorong Australia Investasi Bidang Kesehatan di Indonesia

"Mereka dalam hal ini dianggap yang meresahkan. Padahal enggak ada apa-apanya. Ke depan kita akan sinkronkan dengan target yang dicapai, apa yang akan dicapai dengan struktur yang baru, apa yang akan dicapai LIPI di masa depan," pungkas dia.

Sebelumnya, puluhan peneliti di LIPI meminta Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mundur dari jabatannya. Ini buntut dari reorganisasi yang dilakukan oleh Laksana di tubuh LIPI. Mereka menilai reorganisasi tidak memiliki visi dan tujuan yang jelas. [medcom]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya