12 Maret 2019

Berita Golkar - Ananda, bekas finalis Puteri Indonesia tahun 2006 asal Kota Banjarmasin, kini menduduki Ketua DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Golkar. Karier politiknya boleh dibilang mencorong di tengah usianya yang masih kepala tiga.

Ia tertarik terjun politik praktis lantaran ingin mengubah paradigma masyarakat terhadap peran wanita. Menurut Ananda, ada stigma miring bahwa wanita lemah dalam hal politik praktis. Langgam semacam ini yang ingin diubah Ananda.

Baca Juga: Pemkot Banjarmasin Gusur Penghuni Kolong Jembatan, Ketua DPRD Minta Solusi Konkrit

"Karena perempuan juga manusia. Makanya manusia yang baik itu adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi orang lain. Bagiku definisi politik ialah seni membantu orang lain melalui kekuasaan,” ucap Ananda dikutip dari banjarhits.id, Reska Meiliyanti saat diskusi ‘Perempuan ke Politik Mau Buat Apa?’ di angkringan Pandawa, Jalan Kayutangi, Senin (11/3/2019) malam.

Diskusi yang diinisiasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini turut dihadiri Komisioner KPU Kota Banjarmasin M Syafruddin. Ananda ingin menjadi agen perubahan bahwa politik tidak hanya monopoli kaum laki-laki, namun perempuan juga dapat berkontribusi. Apalagi kini era emansipasi, dimana peran pria dan wanita punya kedudukan sama.

Ananda, Ketua DPRD Banjarmasin dan eks runner up Puteri Indonesia 2006. Foto: Dok Partai Golkar Banjarmasin
M Syafruddin mengaku KPU Banjarmasin gencar mensosialisasikan keterlibatan perempuan dalam politik seperti menggunakan hak suaranya pada pemilu 2019 ini.

Baca Juga: Ananda Pimpin Golkar Banjarmasin Daftarkan Bacaleg Ke KPU Naik Ojek Online

Adapun ketua pelaksana diskusi, Rahmi Safitri, berharap diskusi ini membuka wawasan pentingnya keterwakilan perempuan di parlemen, menekan, golput, dan politik uang ketika Pemilu 2019. [kumparan]

fokus berita : #Ananda


Kategori Berita Golkar Lainnya